Penting, Katalog Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rawan Bencana
Kamis, 10 Juni 2021 | 23:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Katalog pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) rawan bencana di lima destinasi super prioritas (DSP) dinilai penting. Kementerian Parekraf mengajak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) untuk merancang katalog tersebut.
Kepala Biro Komunikasi Kemparekraf, Vinsensius Jemadu mengatakan ekosistem pariwisata, khususnya pada lima DSP masih sangat rentan terhadap berbagai gangguan dan bencana. Jika tidak dikelola dengan baik, tentu akan memberikan dampak bagi sektor pariwisata. Ada 13 juta masyarakat Indonesia yang bergantung secara perekonomian pada sektor ini.
Oleh karena itu, kolaborasi antara Kemparekraf dan lintas lembaga yakni BMKG, BNPB, dan PVMBG sangat dibutuhkan. Hal ini demi terciptanya sistem informasi pariwisata tangguh yang komprehensif, agar bisa digunakan oleh seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dalam memitigasi bencana.
"Informasi bencana dan mitigasinya adalah suatu yang harus ada di setiap destinasi wisata agar dapat menciptakan ketenangan bagi wisatawan. Penting untuk berkolaborasi bersama BNPB, BMKG, dan PVMBG untuk bisa mencari, mendesain suatu peta terhadap destinasi parekraf yang sensitif rawan bencana sehingga kita bisa melakukan mitigasi meminimalkan risiko," kata Vinsensius dalam FGD, Kamis (10/6/2021).
Dikatakan, penyusunan sistem informasi dalam menghadapi bencana juga dapat digunakan sebagai acuan pemerintah dalam meminimalisir risiko bencana pada destinasi pariwisata.
"Selain sebagai upaya peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan para pemangku kepentingan kepariwisataan baik di pusat maupun di daerah. Katalog ini juga bisa membuat wisatawan berwisata dengan rasa nyaman dan aman," ujar Vinsensius.
FGD diikuti Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono, Kepala Bidang Pengelolaan Citra Inderaja BKMG Endarwin, dan Kepala Bagian Tata Usaha PVMBG/Penyelidik Bumi Ahli Madya Yunara Dasa Triana. Direktur Bidang Sistem Penanggulangan Bencana BNPB Udrekh dan Koordinator Analisis dan Strategi Pengembangan Destinasi Kemparekraf Widayanti Bandia hadir secara virtual.
Rahmat Triyono mengatakan selain pemberian informasi tentang rawan bencana dan mitigasinya, katalog sangat diperlukan agar wisatawan dapat berwisata dengan aman dan mengurangi risiko menjadi korban dari bencana.
"Tidak hanya memamerkan keindahan tapi memberikan informasi apakah di sana rawan bencana, ancamannya apa saja sehingga itu akan menjadi katalog nantinya. Jadi konsepnya bukan keindahannya apa saja tapi ada mitigasi bencana. Harapannya jangan hanya mengajak orang beriwisata tapi juga ada upayanya jika ada bencana, sehingga melihat katalog itu sudah ada informasi yang lengkap," ujarnya.
Yunara Dasa Triana mengatakan Badan Geologi melalui PVMB siap melakukan kerjas sama dengan Kemparekraf dalam akses penggunaan data dan informasi kebencanaan geologi melalui MAGMA Indonesia.
"Database sangat penting untuk menyusunkan katalog. Diperlukan integrasi data dan pedoman yang mudah dipahami oleh masyarakat dan pelaku parekraf pada khususnya, sehingga wisatawan dapat berwisata dengan nyaman," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Endarwin mengatakan bahwa BMKG juga akan membantu dalam menyediakan informasi yang berhubungan dengan cuaca di katalog parekraf rawan bencana.
"Kami juga menyiapkan web untuk perkiraan cuaca, di web tersebut bisa di-link-kan dengan katalog yang akan dibuat oleh Kemparekraf, jadi akan jauh lebih lengkap," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




