ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Satgas Akui Lemahnya Protokol Kesehatan Sebabkan Kasus Baru Covid-19 Melonjak

Senin, 14 Juni 2021 | 19:07 WIB
HS
B
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: B1
Ratusan personel gabungan Polri, Satpol PP, Kamtibmas, dan pengamanan dalam diturunkan untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan dan melakukan pengamanan, di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Mei 2021.
Ratusan personel gabungan Polri, Satpol PP, Kamtibmas, dan pengamanan dalam diturunkan untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan dan melakukan pengamanan, di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Mei 2021. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Andre Rahadian mengakui, lemahnya penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) menjadi penyebab melonjaknya kasus baru Covid-19 di berbagai daerah.

"Pada kondisi periode mudik dan libur Lebaran kemarin terlihat penerapan prokes 3M masih sulit dilakukan, padahal pandemi ini sudah berjalan cukup lama 1 tahun 3 bulan. Saat ini efeknya mulai sudah mulai terlihat," katanya kepada Beritasatu.com, Senin (14/6/2021).

Oleh karena itu, lanjut Andre, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah melalui Satgas adalah dengan terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait penanganan Covid-19 dan protokol kesehatan 3M.

"Kami terus melakukan hal ini bersama para relawan karena melihat masyarakat juga mengalami kelelahan menghadapi Covid-19 ini, sehingga pekerja relawan selain sosialisasi dan edukasi juga mendukung program-program pemerintah," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Contohnya, selesai periode mudik, Satgas Covid-19 bersama para relawan melakukan tes antigen bersama Kementerian Perhubungan dan Baznas di pintu masuk balik ke Jakarta. Mereka juga sekaligus membagikan masker di pasar dan mengecek kegiatan prokes 3M di berbagai tempat yang kemungkinan besar sulit untuk menghindari kerumunan.

Andre mengatakan, pihaknya melakukan pendekatan pentahelix yang sudah dilakukan dari awal penanganan Covid-19. Fungsi dan peran relawan sangat besar saat pemerintah menetapkan PPKM mikro dan bergantung dari Satgas di tingkat RT/RW dan desa.

"Relawan yang kita koordinasikan sudah mendapatkan peningkatan kapasitas yang sudah digalang bersama-sama Satgas. Hal ini diharapkan bisa membantu pemerintah maupun satgas daerah dalam pelaksanaan PPKM mikro ini," jelasnya.

Selain itu relawan yang berasal dari nakes maupun non-nakes turut membantu masyarakat dalam menghadapi tingkat stres yang ada dan psikososial.

Diakui relawannya cukup banyak dan bergerak lebih fleksibel dan lebih cepat karena fungsi dan efektivitasnya lebih dekat ketika dalam membantu sosialisasikan pelaksanaan 3M di tengah masyarakat.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon