ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KLHK Gelar Pameran Virtual Tekankan Pentingnya Aksi Adaptasi dan Mitigasi

Kamis, 17 Juni 2021 | 12:48 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Laksmi Dhewanti.
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Laksmi Dhewanti. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar pameran virtual bertajuk "Upaya Nyata di Tingkat Tapak untuk Mendukung Komitmen NDC Indonesia" dengan dukungan Global Green Growth Institute (GGGI). Acara yang dihadiri oleh lebih dari 500 peserta ini diadakan dalam rangka Hari Lingkugan Hidup Sedunia.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aksi adaptasi dan mitigasi di tingkat tapak melalui proklim," ujar Emma Rachmawaty, Direktur Mitigasi perubahan iklim KLKH dalam jumpa pers virtual, Kamis (17/6/2021).

Pada pameran virtual ini peserta diajak untuk mengenali dan mengikuti aksi-aksi adaptip dan mitigasi perubahan iklim yang sudah dilakukan berbagai lokasi percontohan.

Melalui pameran virtual ini, masyarakat diharapkan bisa ikut serta dan mengajak lingkunganya berkontribusi dengan melakukan aksi-aksi nyata.

ADVERTISEMENT

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap tanggal 5 Juni ini dikatakannya menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran global adanya kebutuhan bumi atas perubahan gaya hidup manusia yang lebih positif bagi perlindungan alam planet Bumi

Menurutnya, sejak pandemi covid-19 melanda banyak masyarakat aktivitas-aktivitas masyarakat yang positif untuk lingkungan.

"Kita lihat sekarang sudah banyak gedung atau rumah yang menggunakan solar surya panel, lalu ada gerakan 3R, penerangan jalan menggunakan lampu LED untuk mengurangi konsumsi energi berlebih. Selain itu juga banyak orang yang kini melakukan aktivitas bersepeda dan berkebun. Tidak ketinggalan pula aktivitas bank sampah yang terus berjalan," tuturnya.

NDC Indonesia meliputi komitmen mitigasi yang mencakup penurunan emisi GRK sebesar 29% dengan upaya sendiri, hingga 41% dengan bantuan internasional. Selain itu juga komitmen adaptasi untuk membangun ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan penghidupan serta ketahanan ekosistem dan langskap dari dampak perubahan iklim.

Kampung Iklim

Lebih lanjut menargetkan terbentuknya Program Kampung Iklim (Proklim) sejumlah 20.000 desa pada tahun 2024. 

Proklim adalah Gerakan Nasional Pengendalian Perubahan Iklim di Tingkat Tapak Berbasis Komunitas di Indonesia. Proklim merupakan program sinergi aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang berlingkup nasional guna meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain, untuk penguatan kapasitas adaptasi dan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Hingga saat ini telah terbentuk sebanyak lebih kurang 3.000 desa Proklim di seluruh Indonesia.

"Kita perlu bekerja cerdas dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Dalam setiap tahap tentu akan ada tantangan yang kita hadapi dan perlu disikapi, dengan terus melakukan inovasi serta beradaptasi dengan perubahan yang terjadi," terang Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Laksmi Dhewanti.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pertamina Perkuat Program Bank Sampah Abhipraya di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Pertamina Perkuat Program Bank Sampah Abhipraya di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

NASIONAL
Bupati Ciamis Ajak Warga Bersih-bersih di Hari Lingkungan Hidup

Bupati Ciamis Ajak Warga Bersih-bersih di Hari Lingkungan Hidup

JAWA BARAT
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pertamina Luncurkan Pertamax Green 95 di Jawa Tengah

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pertamina Luncurkan Pertamax Green 95 di Jawa Tengah

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon