ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemkes: Oksigen Langka karena Rantai Distribusi Belum Optimal

Jumat, 9 Juli 2021 | 22:20 WIB
NW
B
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: B1
Sejumlah petugas menurunkan tabung berisi oksigen dari truk di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin 5 Juli 2021. BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao.
Sejumlah petugas menurunkan tabung berisi oksigen dari truk di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin 5 Juli 2021. BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao. (BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Kebutuhan oksigen medis melonjak seiring naiknya kasus Covid-19. Namun menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr Siti Nadia Tarmizi, kelangkaan stok oksigen di beberapa daerah lebih disebabkan rantai distribusi yang belum optimal.

"Pemerintah berusaha mengatasi kelangkaan oksigen dengan menambah pasokannya serta mengupayakan agar penyaluran ke daerah-daerah yang kasusnya tinggi lebih dipercepat," kata Nadia dalam konferensi pers harian PPKM Darurat secara virtual, Jumat (9/7/2021).

Nadia menyebut kapasitas produksi oksigen di Indonesia mencapai 866.000 ton/tahun dengan utilisasi produksi per tahun 638.900. Dari angka 638.900, sebanyak 75% digunakan untuk industri dan hanya 25% yang dipakai untuk medis.

"Kami telah mendapatkan komitmen dari Kementerian Perindustrian agar konversi gas industri ke oksigen medis diberikan sampai dengan 90%," kata Nadia.

ADVERTISEMENT

Dia menyatakan lewat konversi tersebut, jumlah oksigen yang bisa didapatkan untuk memenuhi kebutuhan nasional mencapai 575.000 ton.

"Untuk saat ini, kapasitas oksigen yang ada akan dimaksimalkan di 7 Provinsi di Jawa-Bali karena meningkatnya kasus Covid-19 sebanyak 6-8 kali lipat," ujar Nadia.

Berdasarkan data Kemkes, ujarnya, saat ini total kebutuhan oksigen untuk perawatan intensif dan isolasi pasien Covid-19 mencapai 1.928 ton/hari. Sedangkan, kapasitas yang tersedia sebanyak 2.262 ton per hari. Dengan demikian, wilayah Jawa dan Bali bisa ditargetkan bisa menyuplai oksigen sebanyak 2.262 ton/hari.

Selain memenuhi kebutuhan oksigen melalui industri dalam negeri, Nadia menambahkan, pemerintah menerima bantuan dari pemerintah Singapura, Australia, dan Tiongkok yang terdiri dari sarana dan prasarana kesehatan antara lain ventilator, tabung oksigen kosong, dan konsentrator oksigen.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon