Gelar Dongeng Virtual, Kemsos Ajak Anak Belajar Bersama Budaya Nusantara
Jumat, 23 Juli 2021 | 14:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021, Kementerian Sosial (Kemsos) menggelar acara "Mendongeng Budayaku" hari ini, Jumat (23/7/2021). Lewat acara ini, anak-anak diajak belajar budaya Indonesia bersama-sama dengan cara yang asyik.
"Acara ini terselenggara atas arahan Menteri Sosial, Ibu Tri Rismaharini, agar anak Indonesia mengenal budaya Indonesia seperti dongeng, bahasa daerah, tarian daerah, makanan khas, pakaian adat, hingga tempat wisata khas di beberapa daerah di Indonesia," ungkap Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Kanya Eka Santi secara virtual, Jumat (23/7/2021).
Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan minat anak-anak dalam membaca dan mendengar dongeng-dongeng setiap daerah. Walau tidak semua budaya ditampilkan, namun dengan beberapa dongeng, elemen-elemen kedaerahan dalam dongeng tersebut bisa memperkenalkan kembali betapa kayanya budaya Indonesia.
Acara ini menghadirkan pendongeng terkenal di Indonesia, Rona Mentari, yang akrab disapa Kak Rona. Beliau menceritakan sebuah dongeng rakyat Jambi yang berjudul "Kelingking".
Dongeng itu mengisahkan seseorang bertubuh kecil namun mampu mengusir raksasa yang selalu mengganggu kampungnya dengan cara yang unik dan penuh keberanian. Dongeng "Kelingking" pun menyita perhatian anak-anak yang hadir secara virtual.
Antusiasme anak-anak terlihat kala dongeng selesai diceritakan. Mereka bisa menjawab beberapa pertanyaan terkait dongeng, mulai dari daerah asal dongeng tersebut, tokoh-tokoh yang berperan dalam dongeng, hingga pesan moral dari dongeng tersebut.
Salah satu peserta, Bingen menjawab pesan moral dari dongeng tersebut. "Pesan moralnya kita tidak boleh meremehkan orang yang bertubuh kecil," jawabnya dengan semangat.
Kak Rona membenarkan jawaban Bingen dan menyempurnakannya. "Betul sekali pesannya. Jadi apabila kita punya banyak keterbatasan, apapun itu kita tidak boleh berkecil hati, karena pasti ada kelebihan dibalik keterbatasan itu," jelas Kak Rona.
Acara juga diisi oleh penampilan anak-anak, yaitu Naura Fatihah asal Palembang yang mendongeng cerita rakyat Palembang berjudul "Jugil". Dilanjutkan dengan penampilan Arnesta dari Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur yang mendongeng cerita rakyat Alor berjudul "Bunanema dan Kallang Buri".
Dalam acara ini juga ditampilkan video tarian khas dari beberapa daerah di Indonesia di antaranya Tari Japin Melayu dari Sumatera, Tari Topeng Panji dari Cirebon, Tari Indang dari Sumatera Barat, Tari Pontatnu dari Sulawesi, Tari Tor Tor Kreasi dari Sumatera Utara, Tari Jaipong dari Jawa Barat, dan Tari Yapong dari Jakarta.
Di akhir acara, panitia mengumumkan para pemenang Lomba Mendongeng dan Lomba Menari bagi anak-anak. Kategori mendongeng dimenangkan oleh Naura Fatihah dari Palembang, Andi Azizah dari Ciamis, Arnesta dari Alor, Athifatur Zafira, dari Bengkulu dan Eko Subagio.
Kemudian kategori Lomba Menari dimenangkan oleh Rumah Kreatif Wijaya Barudak Lembur, Nikeisha Adhry Aurelia, Dira dari Laskar Tari, Melaya, Naysa Nathaniela, pandemic Titen, dan Khansza Nurani Tari Canting Mas.
"Kami berharap acara ini bisa mengajak anak-anak untuk belajar bersama dengan cara yang asyik agar anak-anak tidak terbebani," pungkas Kanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Festival Anak Indonesia Hebat 2025, Fatma Saifullah Dorong Kolaborasi Semesta untuk Pemenuhan Hak Anak
NASIONALBERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




