ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasien Omicron Lebih Kecil Kemungkinan Masuk RS Dibandingkan Delta

Senin, 10 Januari 2022 | 15:15 WIB
HS
JM
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: JEM
Tjandra Yoga Aditama.
Tjandra Yoga Aditama. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi Prof Tjandra Yoga Aditama menyatakan pasien Covid-19 varian Omicron lebih kecil kemungkinan dirawat di rumah sakit (RS) dibandingkan pasien yang terpapar varian Delta.

Hal itu dikatakan Tjandra Yoga dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Senin (10/1/2022), yang mengutip penelitian dari beberapa negara.

Sesuai "European Centre for Disease Prevention and Control" pada 7 Januari 2022, mencatat hasil penelitian The United Kingdom Health Security Agency, bahwa orang yang terinfeksi Omicron mempunyai risiko 50% lebih rendah untuk harus masuk rumah sakit jika dibandingkan terinfeksi varian Delta.

"Mereka juga melaporkan bahwa risiko masuk rumah sakit turun 65% pada mereka yang sudah divaksin dua kali dan turun 81% pada yang sudah divaksin 3 kali, dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat vaksin sama sekali," kata Tjandra Yoga.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Kasus Omicron Transmisi Lokal, Tjandra Yoga: Cari Tahu Sumber Awal Penularan

Kemudian berdasarkan penelitian dari Skotlandia, kata Tjandra Yoga, menunjukkan penurunan angka masuk rumah sakit pada varian Omicron dibandingkan Delta. Kemungkinan infeksi ulang pada Omicron adalah 10 kali lebih tinggi daripada mereka yang terinfeksi varian Delta.

"Mereka yang sudah mendapat vaksinasi dosis ketiga atau booster punya risiko 57% lebih rendah untuk menunjukkan gejala-gejala sesudah terinfeksi Omicron," kata Tjandra Yoga.

Selanjutnya berdasarkan penelitian ketiga dari dari Kanada mengonfirmasi rendahnya angka masuk rumah sakit (0,3%) dan juga angka fatalitas (kurang dari 0,1%) pada varian Omicron.

Baca Juga: Tjandra Yoga: Jangan Terlalu Cepat Sebut IHU Varian Covid-19

"Tentu saja kalau jumlah kasus banyak sekali, maka walaupun persentase relatifnya rendah, tapi angka mutlak bisa jadi cukup menimbulkan masalah pula," kata mantan direktur penyakit menular WHO Asia Tenggara ini.

Terakhir yang keempat, lanjut Tjandra Yoga, tentang masa inkubasi dari beberapa sumber berdasarkan publikasi "Center For Disease Control (CDC)" Amerika Serikat 31 Desember 2021, menunjukkan bahwa median antara paparan varian Omicron dan timbulnya gejala adalah 3 hari.

"Pendeknya masa inkubasi Omicron ini juga sejalan dengan analisa UK Health Security Agency di Inggris. Data sebelumnya menunjukkan bahwa masa inkubasi varian Alfa adalah 5 hari dan varian Delta 4 hari. Jadi masa inkubasi Omicron memang lebih cepat,"  demikian Tjandra Yoga.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon