ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Harus Punya Blueprint untuk Ambil Alih FIR Sepenuhnya dari Singapura

Jumat, 28 Januari 2022 | 12:25 WIB
LT
JM
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: JEM
Guru Besar Hukum Internasional UI dan Ketua Umum ISHI, Hikmahanto Juwana
Guru Besar Hukum Internasional UI dan Ketua Umum ISHI, Hikmahanto Juwana (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (HI UI) Hikmahanto Juwana menegaskan pemerintah Indonesia harus memiliki blueprint (cetak biru) untuk mengambil alih ruang kendali udara terkait wilayah informasi penerbangan (Flight Information Region/FIR) sepenuhnya dari pemerintah Singapura.

Dijelaskannya, saat pemerintah Indonesia membuat perjanjian terkait dengan penyesuaian FIR, kalau dilihat realignment dari atas, terlihat semakin menyempit ruang lingkup FIR yang dikelola oleh Singapura.

"Which is bagus. Tetapi kalau dilihat dari horizontal, dari 0 sampai 37.000 kaki ini kolomnya masih dikelola oleh otoritas penerbangan Singapura atas pendelegasian Indonesia," kata Hikmahanto Juwana seperti yang disiarkan oleh Beritasatu TV, Kamis (27/1/2022).

Baca Juga: Hikmahanto: Singapura Tak Ikhlas Serahkan Kendali Udara ke Indonesia

ADVERTISEMENT

Namun yang menjadi pertanyaannya adalah, lanjut Hikmahanto, perjanjian FIR itu disepakati untuk jangka waktu 25 tahun dan dapat diperpanjang oleh kedua negara. Ini berarti, Indonesia sebenarnya tidak punya blueprint untuk benar-benar kapan bisa menguasai dan mengelola secara efektif FIR, khususnya di ketinggian 0-37.000 kaki.

"Kenapa saya katakan seperti itu, karena kalau dikaitkan dengan 25 tahun, berarti tidak ada cetak biru yang disiapkan pemerintah. Misalnya, bagaimana menyiapkan infrastruktur SDM dan lain sebagainya," ujar Hikmahanto Juwana.

Meski ia sendiri paham, pemerintah tidak bisa langsung 100% mengambil FIR dari tangan Singapura. Karena butuh waktu untuk mempersiapkan infrastruktur, teknologi dan sumber daya manusia (SDM).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

2 Warga Singapura Jalani Karantina karena Ancaman Virus Hanta

2 Warga Singapura Jalani Karantina karena Ancaman Virus Hanta

INTERNASIONAL
Singapura Berlakukan Hukum Cambuk, Solusi Perangi Bullying Pelajar

Singapura Berlakukan Hukum Cambuk, Solusi Perangi Bullying Pelajar

INTERNASIONAL
Penjualan Mobil Listrik di Singapura Tiba-tiba Meledak

Penjualan Mobil Listrik di Singapura Tiba-tiba Meledak

OTOTEKNO
Perkara Jilat Sedotan, Remaja Prancis Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Perkara Jilat Sedotan, Remaja Prancis Ini Terancam 2 Tahun Penjara

INTERNASIONAL
Klaim Wayang Budaya Melayu, PM Singapura Lawrence Wong 'Dirujak' Netizen

Klaim Wayang Budaya Melayu, PM Singapura Lawrence Wong 'Dirujak' Netizen

INTERNASIONAL
Singapura Tolak Wacana Pungut Pajak di Selat Malaka

Singapura Tolak Wacana Pungut Pajak di Selat Malaka

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon