Ini Sosok Ainun Najib yang Diminta Jokowi Pulang ke Indonesia
Senin, 31 Januari 2022 | 16:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membawa Ainun Najib yang saat ini bekerja di Singapura pulang ke Indonesia. Ainun merupakan seorang praktisi teknologi di bidang data sains. Jokowi yakin, jika yang bersabda para kiai NU, Ainun bersedia pulang ke Indonesia.
Lalu siapa Ainun Najib yang diminta Presiden Jokowi kembali ke Indonesia dan seperti apa sosoknya?.
Dikutip dari berbagai sumber, Ainun Najib lahir pada 20 Oktober 1985 di Balongpanggang, Gresik, Jawa Timur. Dia merupakan sosok di balik lahirnya gerakan kawal Covid-19, dan juga pernah merilis situs kawalcovid19.id. Ainun bersama dua rekannya juga membuat situs kawalpemilu.org pada tahun 2014.
Ainun Najib menempuh pendidikan pertama di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Islamiyah Ganggang, Balongpanggang, Gresik. Sedangkan pendidikan agamanya belajar langsung kepada ayahnya H Abdul Rozaq yang merupakan alumnus Pondok Pesantren Qomaruddin, Sampurnan, Bungah, Gresik.
Baca Juga: Jokowi ke PBNU: Bawa Pulang Ainun Najib ke Indonesia
Di kampungnya, ayah Ainun Najib merupakan seorang yang dikenal sebagai tokoh masyarakat atau kiai kampung. Selain itu, ayahnya juga tercatat sebagai pengawas pendidikan di Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Sementara sang ibu, Rustinah merupakan seorang guru di SDN Klotok I Balongpanggang Gresik.
Semasa pendidikan SMA, Ainun masuk menjadi anggota tim Indonesia dalam Olimpiade Matematika Asia Pasifik 2003, dan meraih honorable mention. Lulus dari SMA dia melanjutkan pendidikan sarjana di Universitas Teknologi Nanyang (NTU), Singapura, dengan jurusan computer engineering.
Di Singapura, Ainun Najib bergabung mewakili NTU dalam perlombaan pemrograman ACM ICPC tahun 2006-2007 bersama dua mahasiswa Indonesia lainnya.
Tim ini menjuarai ACM ICPC level regional Asia di Teheran, Iran (2006), dan ikut bertanding di level dunia di Tokyo, Jepang (2007).
Setelah lulus, ia bergabung dengan IBM Singapura sebagai software engineer, dan setelah itu menjabat sebagai konsultan senior.
Baca Juga: Pelacakan Covid-19, Ini Tips dari Kawal Covid
Pada 2014, Ainun Najib sempat bekerja dan tinggal di Singapura bersama istri dan dua anaknya. Saat itu pula, dia bersama empat orang Indonesia lain menyumbangkan waktu dan tenaga untuk mewujudkan situs kawalpemilu.org yaitu situs crowdsourcing digitalisasi dan penghitungan hasil pemilihan presiden 2014 berdasarkan scan formulir C1 dari KPU.
Saat itu, Ainun mendapatkan ide ketika mendapat ajakan untuk mengawal pemilu yang disarankan berbagai pihak seperti KPU, Presiden SBY dan kedua calon presiden dan wakil presiden.
Akhirnya, Ainun Najib mendirikan Kawal Pemilu usai berdiskusi dengan Felix dan Andrian. Kedua temannya itu merupakan Googler yang dikenalnya ketika sama-sama menjadi peserta olimpiade programming internasional tingkat perguruan tinggi (ACM ICPC) di Tokyo, Jepang, tahun 2007.
Tiga sekawan itu kemudian menyepakati untuk membangun situs untuk mengawal proses rekapitulasi suara lewat sistem crowdsourcing. Dalam perkembangannya, Andrian turut mengajak dua kawan dari Indonesia yang juga sedang merantau di luar negeri, yaitu Ilham Winata Kurnia di Kaiserslautern, Jerman, dan Fajran Iman Rusadi di Amsterdam, Belanda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




