ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Belum Ditemukan Kasus Omicron di Kaltim

Minggu, 6 Februari 2022 | 16:47 WIB
JM
JM
Penulis: Jeis Montesori | Editor: JEM
Ilustrasi virus Covid-19 varian Omicron.
Ilustrasi virus Covid-19 varian Omicron. (B1/Rommy)

Samarinda, Beritasatu.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) Masitah mengatakan sampai saat ini belum ditemukan kasus positif Covid-19 dari varian Omicron di daerah itu setelah sampel diperiksa dengan metode whole genome sequencing (WGS).

"Sejauh ini nggak ada. Masih menunggu hasil pemeriksaan sampel dengan WGS di Litbangkes RI," ungkap Masitah di Samarinda, Minggu (6/2/2022).

Ia memaparkan, pada prinsipnya apa pun jenis varian Covid-19, penanggulangannya tetap sama yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas (5M) dan melakukan vaksinasi.

Baca Juga: Kemenkes: Temuan Omicron di Papua Bukti Infeksi Makin Meluas

ADVERTISEMENT

Sedangkan, upaya khusus yang dilakukan Dinkes Kaltim yakni evaluasi serta monitoring harian ketersediaan obat, oksigen, tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan, menyiapkan tempat isolasi terpusat serta melakukan pengiriman sampel.

Menurutnya, yang terpenting adalah mengingatkan kembali masyarakat melalui upaya promosi kesehatan untuk tidak abai dalam menerapkan 5M.

"Alhamdulillah, sampai saat ini ketersediaan obat masih mencukupi, demikian juga ketersediaan oksigen serta jumlah tempat tidur perawatan pasien Covid-19 masih memadai," ujarnya.

Dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota selalu melakukan monitoring kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi lonjakan kasus dan selalu berkoordinasi dengan Kemenkes untuk kebutuhan logistik penanggulangan Covid-19.

Baca Juga: Cegah Omicron, Daya Tahan Tubuh dan Prokes Harus Ditingkatkan

Seiring meningkatnya kasus secara nasional memang berimbas pada kenaikan kasus di Kaltim karena mobilisasi masyarakat antarwilayah meningkat di Indonesia, termasuk Kaltim.

Plt. Kadinkes itu kembali mengingatkan, hilangnya warna hijau di peta infografis menunjukkan adanya peningkatan kasus di wilayah tersebut yang menjadi kewaspadaan bersama.

"Kita harus maksimal dalam menerapkan 5M agar kasus tidak semakin meningkat sehingga warna peta di infografis tidak berwarna oranye atau bahkan menjadi merah," ucapnya. 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon