ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Spread Effect IKN Nusantara bagi Intelligent City di Tanah Air

Selasa, 1 Maret 2022 | 14:17 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Pradesain Istana Negara di ibu kota negara yang baru karya seniman patung Nyoman Nuarta.
Pradesain Istana Negara di ibu kota negara yang baru karya seniman patung Nyoman Nuarta. (Istimewa)

Meskipun Indonesia mengenal dan berusaha untuk mengimplementasikan intelligent city beberapa tahun terakhir dan tergolong baru, namun banyak daerah yang telah mengusung kota atau daerah intelligent city, meskipun belum sepenuhnya berhasil.

Menurut Budi Gunawan, penerapan konsep intelligent city juga sekaligus upaya untuk mensejajarkan IKN Nusantara dengan ibu kota lain yang telah mengusung kosep serupa. Seperti Putrajanya-Malaysia yang telah mengusung intelligent city, Kota otonom Sejong-Korea Selatan dengan eco-city, atau smart city yang telah direncanakan oleh calon ibu kota baru mesir, El Alamein.

Tidak hanya sebagai prototipe bagi daerah lain dalam mengembangkan intelligent city, IKN baru ini juga dapat mendorong lahirnya kepala daerah terbaik dengan visi teknokratik untuk meniru Nusantara sebagai benchmark nasional. "Keberhasilan pemimpin IKN juga akan menjadi teladan bagi pemimpin daerah lain dalam menyelenggarakan pemerintahannya," tandas Budi Gunawan.

Baca Juga: Anies Bantah Kabar Dirinya Diangkat Jadi Kepala IKN

ADVERTISEMENT

Selain itu, pendirian IKN saat ini merupakan momen yang tepat di tengah Indonesia memilik bonus demografi. Pada satu sisi, bonus demografi yang ditandai dengan penambahan penduduk usia produktif merupakan window of opportunity (keuntungan) yang tidak terelakkan bagi Indonesia. Peningkatan usia produktif akan menggerakan roda perekonomian dan meningkatkan PDB (produk Domestik Bruto).

Namun disisi lain, menurut Budi Gunawan, bonus demografi bisa menjadi beban dan bumerang apabila usia produktif memiliki kompetensi rendah dan tidak difasilitasi dengan lapangan kerja yang memadai. Melalui pembangunan IKN baru maka dapat mencegah terjadinya brain drain (kehilangan sumber daya produktif) di tengah bonus demografi ini.

"IKN barusaha meciptakan pusat pertumbuhan baru yang dapat bermafaat bagi penyerapan banyak tenaga kerja sehingga brain drain dapat dicegah," pungkasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon