Presiden Jokowi Harap UNS Terus Berkontribusi untuk Indonesia Maju
Jumat, 11 Maret 2022 | 12:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah-tengah situasi yang sulit karena adanya pandemi Covid-19 dan perang antara Rusia dan Ukraina yang berdampak pada Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Universitas Sebelas Maret (UNS) terus berkontribusi untuk Indonesia maju.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Dies Natalis ke-46 UNS, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (11/3/2022).
Mengawali sambutannya, Jokowi mengucapkan selamat Dies Natalis ke-46 kepada UNS. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih karena UNS telah berperan sangat signifikan dalam pembangunan dan kemajuan masyarakat di Surakarta, di Jawa Tengah dan di Indonesia.
"Dengan terus berinovasi dan terus bertransformasi, saya yakin UNS akan semakin sukses mengemban mandatnya berkontribusi untuk Indonesia maju yang kita cita-citakan," kata Jokowi.
Baca Juga: Presiden Jokowi Apresiasi Peran Signifikan UNS dalam Pembangunan Nasional
Kepala Negara pun menyinggung paparan yang disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tentang sulitnya mengelola APBN di tengah pandemi Covid-19.
"Tadi Ibu Menkeu sudah memberikan gambaran betapa sulitnya situasi saat ini. Betapa tidak gampangnya mengelola APBN, mengelola keuangan di situasi yang sangat extraordinary ini," ujar Jokowi.
Situasi dunia saat ini sedang tidak mudah dan gampang. Semua negara merasakan kondisi yang sangat sulit. Dari dihadapkan masalah disrupsi kronis akibat revolusi industri 4.0 yang membuat semua negara tergagap-gagap dalam menyelesaikannya, kemudian dihantam dengan disrupsi akut karena pandemi Covid-19 yang tidak terduga sebelumnya.
Kondisi ini, membuat semua negara bertambah pusing. Sakit kepala belum usai, kini semua negara bertambah pusing dengan adanya perang antara Rusia dan Ukraina.
Baca Juga: Sri Mulyani Dapat Tanda Jasa UNS atas Perannya di Bidang Kebijakan Fiskal
"Tambah pusing kita semuanya, semua negara tambah pusing semuanya. Pusingnya belum reda, tambah lagi ada perang. Sudah bertubi-tubi," terang Jokowi.
Maka tak heran, lanjut Jokowi, pengelolaan keuangan negara di tengah kondisi global yang sulit juga menjadi sulit karena pertumbuhan ekonomi menjadi sulit bergerak.
"Tetapi alhamdulillah, kita bisa menjalaninya, mengelola keuangan, mengendalikan Covid-19 dengan baik, kalau dibandingkan dengan negara-negara lain. Artinya apa? Masa depan global semakin penuh ketidakpastian," jelas Jokowi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




