ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Survei: Mayoritas Masyarakat Jabar, Jatim dan Lampung Tolak Penundaan Pemilu

Kamis, 17 Maret 2022 | 13:05 WIB
YP
FS
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FFS
Ilustrasi Pemilu 2024.
Ilustrasi Pemilu 2024. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Survei terbaru Charta Politika menunjukkan mayoritas masyarakat di Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim) dan Lampung menolak wacana penundaan Pemilu 2024. Masyarakat di tiga provinsi tersebut menginginkan pemilu tetap digelar pada 2024.

Berikut ini hasil survei Charta Politika di tiga provinsi tersebut:

A. Provinsi Jawa Barat
Survei di Jawa Barat digelar dilakukan pada 3-9 Februari 2022, menggunakan multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat, dan margin of error +/- 2,83%. Hasilnya:
1. Pengetahuan Pemilu 2024:
- mengetahui: 60,5 persen
- tidak mengetahui: 39,5 persen
2. Dari yang mengetahui, maka persetujuan pelaksanaan Pemilu 2024
- setuju: 68,6 persen
- tidak setuju: 28,1 persen
- TT/TJ: 3,3 persen
3. Penundaan pelaksanaan Pemilu 2024
- setuju: 14,0 persen
- tidak setuju: 65,3 persen
- TT/TJ: 20,7 persen

Baca Juga: Kukuh Dukung Penundaan Pemilu, Cak Imin Akan Lobi Ketum Parpol

ADVERTISEMENT

B. Provinsi Jawa Timur
Survei di Jawa Timur digelar dilakukan pada 3-9 Februari 2022, menggunakan multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat, dan margin of error +/- 2,83%. Hasilnya:
1. Pengetahuan Pemilu 2024:
- mengetahui: 63,4 persen
- tidak mengetahui: 36,6 persen
2. Dari yang mengetahui, maka persetujuan pelaksanaan Pemilu 2024
- setuju: 81,2 persen
- tidak setuju: 14,9 persen
- TT/TJ: 3,9 persen
3. Penundaan pelaksanaan Pemilu 2024
- setuju: 15,4 persen
- tidak setuju: 70,6 persen
- TT/TJ: 14,0 persen

Baca Juga: Komunitas UMKM Tangsel Sebut Pemilu Bisa Ditunda

C. Provinsi Lampung
Survei di Lampung digelar dilakukan pada 27 Januari-2 Februari 2022, menggunakan multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 800 responden. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat, dan margin of error +/- 3,46%. Hasilnya:
1. Pengetahuan Pemilu 2024:
- mengetahui: 71,2 persen
- tidak mengetahui: 28,8 persen
2. Dari yang mengetahui, maka persetujuan pelaksanaan Pemilu 2024
- setuju: 78,4 persen
- tidak setuju: 18,1persen
- TT/TJ: 3,4 persen
3. Penundaan pelaksanaan Pemilu 2024
- setuju: 21,0 persen
- tidak setuju: 63,6 persen
- TT/TJ: 15,4 persen



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon