Senator Papua Barat Minta Dokumen NGO Terkait Kasus Haris Dibuka
Kamis, 7 April 2022 | 14:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Senator Papua Barat Filep Wamafma meminta dokumen pendukung NGO yang diserahkan ke polisi dalam kasus yang menjerat Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti, dibuka kepada publik. Menurut Filep, jika terdapat data baru dari dokumen sebelumnya, sebaiknya dibuka agar masyarakat, khususnya di Papua dan Papua Barat dapat mengikuti kasus tersebut.
"Kita berharap sejumlah dokumen yang diserahkan oleh para NGO dapat dibuka ke publik jika merupakan data baru atau tambahan diluar hasil riset sebelumnya. Hal ini penting agar rakyat Papua turut mengikuti sejumlah kasus tersebut," ujar Filep kepada wartawan, Rabu (6/4/2022).
Tak hanya penting dibuka, menurut Filep, hal itu dianggap sebagai cara untuk menyakinkan publik bahwa apa yang dilakukan oleh NGO tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan ikut mendidik masyarakat.
Baca Juga: Polisi Bantah Tolak Laporan Haris Azhar terhadap Luhut
Selain itu, Filep menganggap publik berhak mengetahui hal tersebut untuk melihat rentetan peristiwa secara utuh, melihat benang merahnya terhadap hal lain yang bisa saja berpotensi merugikan masyarakat sipil. Begitu juga sebaliknya jika data tersebut justru merugikan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
"Kita minta Polri merespons cepat dan objektif terhadap dokumen yang baru diserahkan oleh NGO tersebut," kata Filep.
Diketahui, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Trend Asia, dan Kontras. Saksi dari ketiga NGO itu juga telah menyerahkan sejumlah dokumen untuk meringankan Haris-Fatia dan mendukung data koalisi masyarakat sipil yang telah dibuat sebelumnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




