ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Isi Pertemuan BEM Nusantara dengan Wiranto

Minggu, 10 April 2022 | 10:20 WIB
MR
FB
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: FMB
Ketua Umum  Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ( PP PBSI) periode 2016-2020, Wiranto saat memberikan kata pembukaan Munas PBSI.
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ( PP PBSI) periode 2016-2020, Wiranto saat memberikan kata pembukaan Munas PBSI. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menjalani pertemuan dengan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Wiranto, Jumat (8/4/2022). Koordinator BEM Nusantara Pulau Jawa, Ahmad Marzuki Tukan menjelaskan, pertemuan pihaknya dengan Wiranto tersebut bertujuan untuk menyampaikan hasil kajian soal sejumlah isu.

"Mulai dari persoalan kelangkaan minyak goreng, kenaikan PPN, kenaikan BBM, wacana jabatan presiden tiga periode dan isu lainnya yang sedang berkembang di publik akhir-akhir ini. Kami diskusi terbuka dan kami sampaikan keluhan-keluhan itu," ujar Ahmad, Sabtu (9/4/2022).

Ditegaskan Ahmad, pihaknya akan terus mencecar kementerian dan lembaga negara terkait yang bertanggung jawab dalam isu kebutuhan pokok, kenaikan BBM, dan sebagainya. Dia menekankan, pihaknya tetap konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. "Jadi jangan libatkan pertemuan kemarin sebagai upaya pelemahan gerakan mahasiswa," tuturnya.

Baca Juga: BEM Nusantara Belum Putuskan Ikut Demo 11 April

ADVERTISEMENT

Tidak kalah penting, Ahmad mengajak semua pihak untuk bekerja sama menyelesaikan permasalahan yang tengah dihadapi Indonesia saat ini. Menurutnya, semua pihak harus bersikap terbuka. Ditegaskan juga, pemerintah harus segera mencari solusi atas sejumlah permasalahan yang tengah dihadapi Indonesia.

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Pusat BEM Nusantara, Eko Pratama. Dia turut menjelaskan soal pertemuan pihaknya dengan Wiranto. Ditegaskan, pertemuan tersebut bukan merupakan bentuk upaya pelemahan terhadap aksi mahasiswa.

"Tetapi kami memilih jalur alternatif yang bisa ditempuh untuk menyampaikan tuntutan," ungkap Eko.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon