ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kementan Dorong Regenerasi Petani di Kalimantan Selatan

Minggu, 17 April 2022 | 19:03 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti (kiri) yang juga sebagai Direktur Program YESS terjun langsung melakukan pembinaan serta pendampingan di wilayah pelaksanaan program YESS di Kalimantan Selatan, Kamis 14 April 2022.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti (kiri) yang juga sebagai Direktur Program YESS terjun langsung melakukan pembinaan serta pendampingan di wilayah pelaksanaan program YESS di Kalimantan Selatan, Kamis 14 April 2022. (Kementerian Pertanian/Dokumentasi)

Banjarbaru, Beritasatu.com- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mendorong regenerasi petani di Kalimantan Selatan. Pada Kamis (14/4/2022), BPPSDMP terus bergerak menumbuhkembangkan petani milenial di seluruh penjuru.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, perubahan ke era digital saat ini semakin mendorong percepatan pembangunan pertanian Indonesia.

Untuk itu, Kementan berupaya mengubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan, terlebih di tengah pandemi saat ini.

"Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran " kata mentan.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Ancaman Terbesar Ketahanan Pangan adalah Regenerasi Petani

Mendukung pernyataan mentan, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menyampaikan, hingga saat ini proses penumbuhan petani milenial itu terus dilakukan.

"Targetnya hingga 2024 mendatang, Kementan mampu mencetak 2,5 juta petani milenial," ujarnya.

Dengan menggandeng Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan (DPM/DPA), Dedi menegaskan kualitas dan kuantitas petani milenial terus digenjot.

Melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Kementan terus mendorong dan meningkatkan minat tenaga-tenaga muda atau generasi milenial untuk menekuni sektor pertanian. Dan ini adalah komitmen besar dari pemerintah dalam memfasilitasi generasi milenial di bidang pertanian.

Baca Juga: Didominasi Usia Lanjut, Regenerasi Petani Harus Jadi Perhatian

Dalam rangka efektivitas pelaksanaan Program YESS Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, Idha Widi Arsanti yang juga sebagai Direktur Program YESS terjun langsung melakukan pembinaan Serta pendampingan di wilayah pelaksanaan program YESS di Kalimantan Selatan, Kamis (14/4).

Dalam lawatan ke Banjarbaru, Idha Widi Arsanti di dampingi oleh Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Kalimantan Selatan, Kadis pertanian, DCT, DIT, BDSP, serta Mobilizer dan meninjau langsung beberapa lokasi para Penerima Manfaat dari program YESS yang ada di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar.

Menurut Idha, kolaborasi sudah mulai terjalin, akses pasar juga sudah bisa terjangkau. Dukungan Pemda dan pemberdayaan Mobilizer dan fasmud sudah cukup baik terutama partisipasi perempuan dalam bisnis pertanian sudah cukup dominan, tidak hanya petani milenial tetapi juga sebagai mentor. Beeberapa aspek dirasa perlu untuk diperbaiki, agar hasil yang diharapkan dapat tercapai sempurna.

Selain itu, Idha juga berharap ke depan koordinasi perlu ditingkatkan lagi dan sinergi serta pemberdayaan BDSP perlu ditingkatkan, karena BDSP akan menjadi jawaban keberlanjutan saat Program YESS selesai.

Baca Juga: Kemtan Kembangkan PWMP untuk Regenerasi Petani

Hairul Effendi salah satu petani millenial asal tanah laut yang juga merupakan penerima hibah kompetitif yang bergerak di bidang budidaya melon mengucapkan terima kasih kepada kementerian pertanian yang telah menginisiasi program YESS ini.

Hairul merasakan banyak manfaat yang dapat ia peroleh dari program YESS ini. di antaranya seperti pelatihan-pelatihan yang dapat ia ikuti dan ia terapkan dalam usaha taninya.

Hairul yang juga merupakan peserta bootcamp Young ambassador YESS Programme ini berharap, program seperti YESS ini akan selalu ada, guna memotivasi para pemuda di pedesaan agar dapat terjun ke dunia pertanian, untuk pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Selain menemui Hairul Effendi, Idha dan rombongan juga menyempatkan ke beberapa lokasi penerima hibah kompetitif lainnya seperti Kuncoro dengan budidaya melonnya, Siti Aisyah dengan budidaya jagung pakan ternaknya, dan Erni dengan ternak kambingnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Stok Hewan Kurban untuk Iduladha 2026 Surplus 891.320 Ekor

Stok Hewan Kurban untuk Iduladha 2026 Surplus 891.320 Ekor

NASIONAL
Harga Telur di Peternak Anjlok karena Permainan Tengkulak

Harga Telur di Peternak Anjlok karena Permainan Tengkulak

EKONOMI
Jaga Harga Telur Ayam, Kementan Kumpulkan Para Peternak

Jaga Harga Telur Ayam, Kementan Kumpulkan Para Peternak

EKONOMI
Klaim Asuransi Dipercepat, Petani Lamongan Dapat Rp 6 Juta Per Hektare

Klaim Asuransi Dipercepat, Petani Lamongan Dapat Rp 6 Juta Per Hektare

EKONOMI
Indonesia Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

Indonesia Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

EKONOMI
Kementan Dukung CPO Jadi Pengganti Nafta untuk Bahan Plastik

Kementan Dukung CPO Jadi Pengganti Nafta untuk Bahan Plastik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon