ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Presidensi Indonesia di G-20 sebagai Katalisator Pemulihan Ekonomi Dunia

Jumat, 29 April 2022 | 13:32 WIB
RS
B
Penulis: Rully Satriadi | Editor: B1
Suasana webinar nasional dengan tema
Suasana webinar nasional dengan tema "Dampak Ekonomi dan Politik Presidensi Indonesia di G-20" yang digelar Taruna Merah Putih. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi menegaskan posisi Presidensi Indonesia di G-20 sebagai katalisator pemulihan ekonomi dunia, baik yang diakibatkan invasi Rusia ke Ukraina maupun pandemi Covid-19.

"Dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia harus menjadi katalisator pemulihan ekonomi dunia di dalam KTT G-20 untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi global," jelas Retno dalam webinar nasional dengan tema "Dampak Ekonomi dan Politik Presidensi Indonesia di G-20", Kamis, (28/4/2022).

Webinar yang digelar Taruna Merah Putih (TMP) ini dilaksanakan secara daring melalui zoom, menghadirkan keynote speaker Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Menteri Luar Negeri Retno  Marsudi, dan narasumber Pakar Hubungan Internasional Hikmahanto Juwana, Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani, dan dimoderatori oleh Ketua DPP TMP Bidang Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Nico Siahaan.

Webinar dihadiri oleh Ketua Umum TMP Maruarar Sirait dan Sekjen DPP TMP Restu Hapsari berserta jajaran DPP TMP lainnya, kader TMP se-Indonesia, pengusaha dan pegiat UMKM, pengurus PHRI, akademisi dan media sekitar 400-an peserta.

ADVERTISEMENT

Menurut Retno, tantangan ekonomi global saat ini adalah pandemi Covid-19 dan munculnya ketegangan antara negara-negara besar sebagai akibat dari perang Rusia-Ukraina.

Retno juga menjelaskan, persoalan pandemi Covid-19 saat ini juga masih ditandai dengan ketimpangan akses vaksinasi, di mana hanya ada 1 dari 7 orang di low income countries (negara berpenghasilan rendah) yang mendapatkan vaksin sehingga harus kembali pada komitmen global untuk melakukan pemulihan secara bersama pada tahun 2022 ini.

Namun, hal itu menjadi sulit akibat perang Rusia-Ukraina yang mengakibatkan semakin kompleksnya permasalahan ekonomi global. "Untuk itu Indonesia harus menjadi katalisator pemulihan ekonomi dunia baik yang diakibatkan oleh perang maupun pandemi Covid-19," tegasnya.

Baca Juga: Indonesia Harapkan Kehadiran Penuh Semua Anggota G-20

Hikmahanto Juwana dalam paparannya menjelaskan, politik luar negeri Indonesia bebas-aktif diabdikan untuk kepentingan nasional di mana memandang semua negara adalah sahabat dan berupaya memunculkan alternatif lain ketika muncul ketegangan antarnegara dengan kepentingan mengedepankan perdamaian dan kemanusiaan.

Menurut Hikmahanto, sesuai dengan amanat politik luar negeri bebas-aktif Indonesia dapat memanfaatkan tropi Presidensi G-20 sebagai upaya perdamaian di tengah terjadinya perang Rusia-Ukraina dan ketegangan Rusia dengan AS dan NATO.

Hikmahanto mengatakan, Indonesia dapat mendorong AS dan NATO membuat pernyataan tertulis untuk Ukraina tidak diterima sebagai anggota NATO, serta dapat mendorong Rusia dan Ukraina untuk membuat kesepakatan agar Ukraina tidak bergabung dengan Uni Eropa dan NATO.

Sementara Ketua Umum Apindo, Haryadi Sukamdani menjelaskan tentang industri dan UMKM yang saat ini terdampak akibat tidak kondusifnya kondisi geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina yang mengakibatkan menurunnya jumlah ekspor.

Haryadi berharap posisi Presidensi Indonesia di G-20 saat ini dapat mengangkat persoalan industri dan UMKM dalam negeri ini menjadi agenda dalam KTT G-20.

Haryadi juga menambahkan, Presidensi Indonesia di G-20 berpotensi memberikan dampak langsung dan jangka pendek kepada perekonomian domestik, dengan perkiraan, antara lain kenaikan konsumsi domestik hingga Rp 1,7 triliun (US$ 119,2 juta), kenaikan PDB nasional sebesar Rp 7,47 triliun, dan penciptaan lapangan kerja bagi sekitar 33.000 pekerja di berbagai sektor.

Wempi Saputra Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional menjelaskan, manfaat Presidensi G-20 Indonesia 2022, yakni menunjukkan kepemimpinan global Indonesia dalam pemulihan ekonomi global serta mengundang peningkatan investasi luar negeri melalui etalase kesuksesan pembangunan infrastruktur dan konektivitas serta kemajuan program vaksinasi dan kesehatan Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menkes: Indonesia Krisis Dokter, Tertinggal dari ASEAN dan G-20

Menkes: Indonesia Krisis Dokter, Tertinggal dari ASEAN dan G-20

NASIONAL
Ekonomi Stabil, Indonesia Unggul Dibanding Negara Tetangga dan G-20

Ekonomi Stabil, Indonesia Unggul Dibanding Negara Tetangga dan G-20

EKONOMI
Pidato Penutup Gibran pada G-20 Afrika Selatan Soroti Ketimpangan AI

Pidato Penutup Gibran pada G-20 Afrika Selatan Soroti Ketimpangan AI

NASIONAL
Wamenlu: Banyak Negara G-20 Ingin Kerja Sama dengan Indonesia

Wamenlu: Banyak Negara G-20 Ingin Kerja Sama dengan Indonesia

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon