ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cegah PMK, Camat di Surabaya Diimbau Awasi Peternak dan RPH

Rabu, 18 Mei 2022 | 21:14 WIB
FH
CP
Penulis: Fredericus Hardiyanto | Editor: PAAT
Pengecekan sapi di rumah pemotongan hewan.
Pengecekan sapi di rumah pemotongan hewan. (B1/Fredericus Hardiyanto)

Surabaya, Beritasatu.com – Seluruh lurah dan camat di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) diimbau untuk mengawasi para peternak dan rumah potong hewan (RPH) untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Perwakilan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Timur (Jatim) I, drh Wiryadining Daruki mengatakan virus PMK ini perlu diwaspadai lantaran berpengaruh pada perekonomian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Seluruh lurah dan camat di Surabaya untuk turut serta melakukan sosialisasi dan pengawasan kepada para peternak maupun RPH di masing-masing wilayahnya," kata Wiryadining, Rabu (18/5/2022).

Menurutnya, PMK merugikan warga MBR yang memiliki peternakan sapi, kambing, domba maupun babi. Karenanya, ia pun meminta para lurah dan camat untuk melakukan sosialisasi terkait penyakit pada hewan ternak tersebut.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gerak Cepat Cegah Penyebaran PMK pada Hewan

ADVERTISEMENT

Dia juga meminta agar masyarakat tidak khawatir untuk mengonsumsi daging. "Monggo saja. Karena kalau dipotong di RPH akan sangat jelas terlihat antara hewan yang terjangkit PMK dan tidak, pastinya ada tim medis dan dokter," ujar Wiryadining.

Apabila ada hewan yang terjangkit PMK kemudian disembelih, Wiryadining berpesan agar sebaiknya bagian kepala, kaki dan jeroan harus dimusnahkan dengan cara dikubur. Selain itu, ia juga menyarankan ketika menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, masyarakat dapat memotong hewan kurban di RPH yang sudah terjamin keamanannya.

"Jadi, nantinya bisa dilakukan penyuluhan ke takmir masjid, atau panitia Iduladha. Jadi, bukan itu saja, kami harap juga dilakukan vaksinasi massal ke hewan ternak di RPH untuk menghindari penularan PMK, mudah-mudah bisa segera berakhir," tuturnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon