ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KLHK Ungkap 5 Dekade Perjalanan Pengelolaan Lingkungan Hidup Indonesia

Senin, 13 Juni 2022 | 21:21 WIB
JM
JM
Penulis: Jeis Montesori | Editor: JEM
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Sigit Reliantoro.
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Sigit Reliantoro. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) ditetapkan oleh Majelis Umum PBB dari peristiwa Konferensi Stockholm, Swedia pada tanggal 5-6 Juni tahun 1972 dengan tema "Only One Earth". Selanjutnya 50 tahun kemudian atau pada tahun 2022, kembali diperingati dengan tema yang sama "Only One Earth", dengan fokus "Living Sustainably in Harmony with Nature".

Dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, Indonesia mengambil tema yaitu, "Satu Bumi untuk Masa Depan". 

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  Sigit Reliantoro mengatakan, memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, KLHK bekerja sama dengan berbagai pihak denhan menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang bertujuan mendorong tumbuhnya gerakan masyarakat untuk semakin cinta lingkungan.

Baca Juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, KLHK Gandeng Komunitas Sepeda

ADVERTISEMENT

"Kita mengadakan kegiatan seperti bersih sungai yang dipusatkan di Sungai Ciliwung, bike to work pada momen Car Free Day Jakarta, pameran lingkungan disertai rangkaian talkshow yang mengangkat tema menjaga lingkungan, serta puncak peringtan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Persemaian Rumpin yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo," ujar Sigit Reliantoro dalam Media Briefing di Jakarta, Senin (13/06/2022).

Tahun 2022, kata Sigit, juga menjadi momen penyelenggaraan pertemuan internasional Stockholm +50 di Swedia yang menandai 50 tahun Konferensi Stockholm. Pertemuan ini mengundang kepala negara dan menteri lingkungan hidup sedunia untuk mengembalikan semangat Stockholm untuk direfleksikan relevansinya pada kondisi sekarang, dan pada muatan berbagai perjanjian multilateral internasional.

Dikatakan, konferensi Stockholm tahun 1972 telah meletakkan dasar pengaturan global mengenai perlindungan lingkungan dan dalam hubungan pembangunan dengan alam dan manusia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gibran Prihatin Mangrove Pantura Rusak, Minta Rehabilitasi Dipercepat

Gibran Prihatin Mangrove Pantura Rusak, Minta Rehabilitasi Dipercepat

BANTEN
Warga Cikande Pilih Bertahan meski Dekat Zat Radioaktif Cesium-137

Warga Cikande Pilih Bertahan meski Dekat Zat Radioaktif Cesium-137

BANTEN
Kades Sukawangi Bantah Isu Desanya Dilelang Bank

Kades Sukawangi Bantah Isu Desanya Dilelang Bank

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon