Pupuk Kaltim Olah Limbah Abu Batu Bara Jadi Bahan Bangunan
Senin, 25 Juli 2022 | 17:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pengelolaan limbah abu batubara berupa fly ash dan bottom ash (FABA) saat ini menjadi tantangan baru bagi industri yang menggunakan sumber energi tersebut dalam kegiatan bisnisnya.
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) juga turut menaruh perhatian pada pengelolaan limbah tersebut sebagai bagian dari rangkaian komitmen perusahaan di bidang environmental, social, dan governance (ESG).
Saat ini, PKT mencanangkan inovasi dalam pemanfaatan limbah FABA yang dapat digunakan sebagai material substitusi seperti batako, paving blok, stabilisasi tanah serta pemanfaatan lainnya.
Baca Juga: UPZ Pupuk Kaltim Himpun Dana Zakat Rp 9,4 Miliar
Sebagai informasi, fly ash merupakan abu hasil pembakaran batu bara yang melayang ke atas, sementara bottom ash adalah abu hasil pembakaran yang jatuh ke bawah. Di dalamnya, terdapat beberapa kandungan FABA seperti karbon, nitrogen, dan silika.
Sejak tahun 2021, pemerintah Indonesia juga telah menetapkan pengelolaan fly ash dan bottom ash sebagai limbah non-B3 terdaftar yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 dan PermenLHK No 19 Tahun 2021.
Direktur Utama Pupuk Katim, Rahmad Pribadi mengatakan, PKT terus berinovasi untuk mencari cara-cara baru dalam mengolah ekses hasil kegiatan produksi pabrik menjadi sesuatu yang bernilai tambah bagi lingkungan.
Baca Juga: Wujudkan Lingkungan Kerja Aman, Pupuk Kaltim Raih Penghargaan
Setelah sebelumnya menjalankan inovasi dalam pengolahan limbah plastik menjadi green asphalt, sejak 2021 Pupuk Kaltim juga telah mendapatkan izin untuk mengelola limbah FABA sebagai material substitusi bahan bangunan dan stabilitas tanah.
"Inovasi ini dihadirkan dapat meningkatkan peran perusahaan dalam sustainable development, di mana hasil pengolahan FABA tersebut dapat dimanfaatkan dan memberikan nilai tambah ekonomi untuk kegiatan infrastruktur, selain untuk menekan penumpukan limbah di TPS dalam skala yang lebih besar," ujar Rahmad dalam keterangan resmi Pupuk Kaltim yang dikutip Beritasatu.com, Senin (25/7/2022).
Mengoperasikan pabrik pupuk terbesar di Asia Tenggara, Pupuk Kaltim saat ini memiliki unit boiler batu bara dengan kapasitas 2 x 220 metrik ton/jam (daya listrik 96,6 MW) yang berfungsi sebagai pemasok steam untuk mendukung proses produksi pabrik amonia-urea milik perusahaan.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Gaspol 10.000 Dosis Vaksinasi Booster
Unit boiler batu bara tersebut menghasilkan FABA dalam jumlah sekitar 35.000 ton/tahun yang seluruhnya berpotensi untuk diolah menjadi material substitusi bahan bangunan atau untuk stabilisasi tanah. Hingga saat ini, sebesar 34.000 limbah FABA telah berhasil diolah perusahaan jadi material alternatif bahan bangunan dan stabilisasi tanah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




