Di UK Petra, Khofifah Beberkan Strategi Memimpin Jatim
Senin, 25 Juli 2022 | 21:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Di hadapan mahasiswa UK Petra, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Prawansa membeberkan strategi yang selalu diterapkannya dalam memimpin di provinsi di ujung timur Jawa itu.
Hal itu disampaikan Khofifah saat memberi pembekalan kepada mahasiswa baru Universitas Kristen (UK) Petra dalam acara "Talk Show Wawasan Kebangsaan" bertajuk "Membangun Model Manusia Indonesia dalam Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045"
Acara berlangsung di Auditorium Kampus Timur UK Petra, Surabaya, Jatim, Senin (25/7/2022). Acara juga dihadiri Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait dan Rektor UK Petra Djwantoro Hardjito.
Baca Juga: Khofifah Terima Pin Emas dan Penghargaan dari Kapolri
Khofifah menjelaskan, ada tiga hal yang menjadi pijakannya dalam memimpin Jatim, yakni skill (keterampilan), policy (kebijakan), dan culture (budaya). Skill dan policy bisa dilakukan, tetapi terkait culture harus ada proses yang dilalui.
"Ini saya tidak pada posisi menggarami lautan, tetapi kami menyampaikan dalam konteks bagaimana membangun Jawa Timur dan membangun Indonesia," ujar Khofifah.
Mantan Menteri Sosial itu, mengatakan, menurut Bank Dunia salah satu cara menuju perbaikan ekonomi adalah dengan perbaikan kualitas pendidikan. Maka, tugas utama seluruh elemen bangsa terutama dalam bidang sains dan matematika yang harus didorong dengan melakukakn percepatan.
Ia juga membeberkan bagaimana kedudukan Indonesia di tatanan bangsa-bangsa ASEAN dan dunia. Kompetisi global dan inovasi harus terus didorong.
"Saya kira, inovasi-inovasi akan banyak lahir dari perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi swasta yang prestius, seperti UK Petra ini. Kita bisa membangun sinergi bersama," ujarnya.
Baca Juga: Taruna Merah Putih Siap Ciptakan Hattrick untuk PDIP di Pemilu 2024
Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyinggung efektivitas kerja pemerintah, dari desa/kelurahan sampai bupati hingga gubernur. "Saya kira betul, seperti yang disampaikan Bang Ara (Maruarar Sirait, Red) bahwa perlu dibangun sebuah super tim. Kita harus membangun strong leader," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait mendorong mahasiswa baru UK Petra untuk mulai berani membangun bisnis sejak di bangku kuliah. Kiatnya dengan mulai membangun komunitas dan jangan sampai terlambat.
"Saya menemukan satu hal, yakni bagaimana kampus harus mempersiapakan pemimpin. Saya yakin, di UK Petra hal ini bisa dilaksanakan, yakni bagaimana mempersiapkan mahasiswa menjadi leader. Namun, menjadi pemimpin banyak tekanan dan urusan," ujar pria yang akrab disapa Ara itu.
Ara juga mengingatkan bahwa menjadi pemimpin tidak mudah dan harus berjuang dari bawah. Oleh karena itu, jika Indonesia harus maju, maka semua pihak perlu mempelajari dan menghargai proses.
Rektor UK Petra Djwantoro Hardjito mengingatkan, 23 tahun mendatang Indonesia akan memasuki usia emas. Para mahasiswa saat ini yang akan menjadi pemimpin saat Indonesia mencapai usia emas itu.
Baca Juga: UK Petra Dinilai Masih Terbaik dari Sejumlah PTS di Indonesia
"Sekarang usia kalian 18-19 tahun. Pada 2045, usia kalian sudah sekitar 45 tahun. Maka, kalian yang akan menjadi pemimpin-pemimpin di negara kita. Student today, leader tomorrow," ujarnya.
Dikatakan, ada tiga karakter yang harus dimiliki pemimpin, yakni integritas, kredibiltas, dan civility (terpelajar). Tiga hal itu sangat penting dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




