Muhaimin Iskandar Pimpin Apel dan Lantik Laskar Santri
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 22:55 WIB
Surabaya, Beritasatu.com – Sebanyak 9.999 santri dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur berkumpul untuk menghadiri apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2022 di Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (22/10/2022). Apel itu dipimpin Panglima Santri Indonesia, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga mengukuhkan ribuan santri yang ikut dalam apel akbar sebagai Laskar Santri.
Cak Imin menyatakan,, pada era perjuangan, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari mengangkat Laskar Santri menjadi kekuatan untuk mengusir para penjajah. Sementara untuk saat ini, Laskar Santri bertanggung jawab mewarisi semangat untuk mengisi kemerdekaan.
"Untuk itu, seluruh yang hadir saya angkat sebagai Laskar Santri Indonesia," kata Cak Imin.
Dalam apel ini juga dibacakan ikrar santri yang isinya Laskar Santri berkewajiban untuk siap setia kepada agama, bangsa dan negara, memperjuangkan Islam ahlussunah waljamaah, dan berjuang bersama Panglima Santri Cak Imin untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera.
Dijelaskan Cak Imin, Tugu Pahlawan merupakan tempat yang penuh sejarah. Monumen ini menjadi simbol perlawanan para santri dan masyarakat dalam mengusir sejarah.
"Di tempat ini yang akhirnya menjadi monumen Hari Pahlawan 10 November, para ulama, kiai mendeklarasikan Resolusi Jihad, 22 Oktober dengan membentuk Laskar Santri untuk mengusir penjajah. Dan hari ini kita mendaftarkan diri menjai pasukan hadarut syech dan menjadi bagian dari pasukan santri beliau. Dari tempat ini kita menyerap perjuangan pahlawan mengusir penjajah, dan sekarang kita menjadi Laskar Santri Mbah Hasyim, kita masukkan nama-nama kita dalam daftar nama-nama besar pejuang kemerdekaan yang dipimpin Mbah Hasyim. Insya Allah kita bertekad mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menuturkan, bahwa tantangan semakin berat di tengah kondisi dunia yang sedang bergolak dan mengalami perubahan total. Dikatakan, semua sistem ekonomi, sosial, budaya berantakan dan rontok ditelan keadaan dan perkembangan. Kita saksikan sosialisme rontok oleh kapitalisme dan kapitalisme rontok oleh pandemi dan kerakusan manusia.
"Dengan yang kaya berbagi dan yang miskin mendoakan, sama rata dan adil, untuk membantu satu sama yang lainnya. Berbagi itulah spiritnya" katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




