ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Wisatawan Harap Waspada

Kamis, 27 Oktober 2022 | 13:42 WIB
T
CR
Penulis: Triyono | Editor: CLA
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu, (26/10/2022), dengan luncuran kolom abu mencapai 300 meter.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu, (26/10/2022), dengan luncuran kolom abu mencapai 300 meter. (Beritasatu Photo/Roy Triono)

Lampung Selatan, Beritasatu.com - Gunung Anak Krakatau kembali erupsi. Terpantau luncuran kolom abu mencapai 300 meter dengan warna asap kelabu, pada Rabu, (26/10/2022), sekitar pukul 09.49. Letusan Gunung Anak Krakatau tersebut menjadi yang pertama setelah lebih dua bulan tidak terjadi erupsi.

Berdasarkan laporan Badan Geologi PVMBG, dalam kurun waktu 3 hari terakhir Gunung Anak Krakatau telah erupsi sebanyak tujuh kali, terakhir terjadi hari Rabu, (26/10/2022) pagi, dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 33 detik.

Sedangkan Selasa, (25/10/2022), Gunung Anak Krakatau terpantau empat kali erupsi, di mana tidak terdengar dentuman dan tinggi kolom abu mencapai 150 meter di atas puncak kawah, dengan amplitudo 2—50 MM, durasi 17—367 detik.

Embusan terjadi sepuluh kali, dengan amplitudo 3—19 mm, durasi 11—53 detik, tremor harmonik 7 kali dengan amplitudo 3—6 MM, dan durasi 42—174 detik. Kegempaan low frequency terjadi 21 kali, dengan amplitudo 2—8 MM dengan durasi 3—15 detik dan kegempaan vulkanik terjadi dalam satu kali dengan amplitudo 51 MM, durasi 2,29 detik.

ADVERTISEMENT

Petugas pos pantau Gunung Anak Krakatau yang berada di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan, tingkat aktivitas atau status Gunung Anak Krakatau berada di level III atau siaga. Untuk itu, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekat kawah aktif radius 5 kilometer.

"Status Gunung Anak Krakatau masih di level III, dilarang mendekat kawah radius 5 km," kata Andi Suardi, Kamis, (28/10/2022).

Andi Suardi mengatakan, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut tergolong hal biasa pada gunung berapi. Hal tersebut menunjukkan bahwa gunung sedang mengeluarkan energi sedikit demi sedikit, justru akan sangat berbahaya jika tidak terjadi erupsi selama puluhan tahun.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak termakan berita hoax," pungkas Andi Suardi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon