ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Respons Mahfud soal Dugaan Pemerasaan Terkait Kasus Richard Mille

Sabtu, 5 November 2022 | 12:54 WIB
CF
FS
Penulis: Chairul Fikri | Editor: FFS
Menko Polhukam Mahfud MD.
Menko Polhukam Mahfud MD. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD angkat bicara soal diagram dugaan keterlibatan petinggi Polri dalam pemerasan pelapor kasus penipuan pembelian jam tangan mewah Richard Mille, Tony Trisno. Menurut Mahfud MD, hal tersebut menjadi kewenangan Polri untuk menindaklanjutinya.

"Itu biar diurus oleh polisi," ujar Mahfud MD singkat kepada Beritasatu.com usai acara diskusi ilmiah bertajuk "Pemikiran Geopolitik Bung Karno dalam Suara Kebangsaan" di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (4/11/2022).

Diagram yang menggambarkan dugaan keterlibatan polisi memeras pengusaha Tony Trisno ramai dibahas dan direspons sejumlah pihaknya belakangan ini. Tony Trisno telah mengakui adanya pemerasan tersebut, namun belum mendapatkan tanggapan dari pihak Mabes Polri dan juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam diagram, Tony Trisno disebut diperas senilai Rp 4 miliar oleh polisi setelah membuat laporan atas kasusnya, yakni dugaan penggelapan dan penipuan dua jam tangan mewah merk Richard Mille seharga Rp 77 miliar.

ADVERTISEMENT

Dalam alur diagram tersebut terdapat beberapa nama petinggi Polri. Menurut diagram itu Divisi Propam Polri telah menggelar Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Disebutkan pula bahwa Kompol A sudah divonis Sidang Etik selama demosi 10 tahun. Diduga, Kompol A menerima dana dari Tony Sutrisno sebesar Rp 3,7 miliar. Kemudian, Kompol A setor ke Kombes Rizal Irawan sebesar Rp 2,6 miliar.

Sejumlah pihak sudah mendesak Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan petinggi Polri dalam kasus pemerasan Tony Sutrisno tersebut. Salah satunya adalah anggota Komisi III DPR Santoso yang menilai diagram polisi peras Tony Sutrisno sangat transparan sehingga tidak terlalu sulit diusut.

"Polri memang dalam bekerja tidak boleh berdasarkan asumsi maka untuk membuktikan apakah diagram itu fakta atau hoax maka Polri harus segera mengecek info tersebut. Diagram itu sangat transparan siapa berperan apa dan itu diyakini berasal dari sumber yang mengetahui langsung atas kejadian tersebut," ujar Santoso kepada wartawan, Senin (31/10/2022).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rumah Ahmad Sahroni Dijarah, Jam Tangan Rp 11,7 M Disikat Massa

Rumah Ahmad Sahroni Dijarah, Jam Tangan Rp 11,7 M Disikat Massa

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon