Renewable Energy Jadi Fokus UT dalam Bisnis Energi

Damar Rusli
Damar Rusli
Rabu, 8 Oktober 2025 | 20:15 WIB

PT United Tractors Tbk (UT) terus mendorong pemanfaatan energi bersih di Indonesia. Bukan tanpa alasan jika UT yang merupakan anak usaha dari PT Astra International Tbk (Astra), salah satu grup usaha terbesar di Indonesia dengan layanan yang menjangkau berbagai industri dan sektor. Termasuk sektor energi terbarukan.
Boleh dibilang saat ini, UT telah berkembang menjadi salah satu pemain utama di sektor dan industri dalam negeri, melalui lima pilar bisnisnya. Yaitu mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan, industri konstruksi, dan energi.

Dalam satu kesempatan yang dihadiri Listrik Indonesia, Business Development Director PT United Tractors Tbk. Iwan Hadiantoro, mengungkapkan bahwa UT terus eksis di sektor-sektor yang selama ini menjadi backbone perekonomian Indonesia. Bukan hanya sebagai penyedia alat berat, commercial vehicles dan alat-alat traktor, tapi juga melakukan diversifikasi salah satunya adalah sektor pertambangan.

“Memang UT banyak bergerak di sektor mining business, sebagian besar di batu bara. Dahulu kami pernah mengakuisisi beberapa tambang batu bara,” ujarnya.

Lebih jauh Iwan mengatakan bahwa sejak tahun 2023, UT juga sudah masuk ke tambang nikel. Menurutnya langkah itu diambil karena UT sadar bahwa dalam jangka panjang renewables energy sama pentingnya dengan fossil fuel.

“Kami memiliki dua tambang nikel saat ini. Satu sebagai pemilik mayoritas (di Konawe), dan satu lagi dalam bentuk penyertaan saham (di Morowali). Saat ini kami baru melaksanakan operasi tambangnya. Tapi kami masih dalam proses membuat smelter, untuk membuat bahan baku baterai kendaraan listrik ke depan,” ungkapnya.

Selain tambang batu bara dan nikel, sejak tahun 2017 UT juga memiliki bisnis tambang emas di Sumatra Utara lewat anak usahanya yaitu Agincourt Resources.

“Agincourt sampai saat ini menjadi backbone dengan pencapaian penting bagi UT,” tegasnya.

Fokus Energi Terbarukan 

Satu hal yang penting adalah selain bisnis kontruksi dan pertambangan, UT juga sudah menyasar ke sektor energi yang dioperasikan oleh PT Energia Prima Nusantara (EPN). Sebenarnya UT adalah bagian dari konsorsium sebesar 25% (bukan pemilik konsorsium) dan ini masih masih berjalan sampai sekarang.

“Saat ini, UT merupakan bagian dari konsorsium PLTU besar yaitu Tanjung Jati dengan kapasitas 2 GW. Selanjutnya, kami sudah memutuskan ke depan bahwa UT akan terus mengembangkan energy business tapi lebih kepada renewables energy,” tegasnya.

Tak asal omon-omon, karena niatan UT itu direalisasikan dengan hadirnya pembangkit mini hydro, micro hydro, dan instalasi solar pv.

“Bahkan dua tahun belakang ini kita berpartisipasi dalam pengembangan panas bumi (geothermal) yang berlokasi di Sumatera Selatan namanya Supreme Energy,” ujarnya.

Meski UT menaruh harapan besar pada bisnis energi terbarukan lewat PT Energi Prima Nusantara (EPN) dan Supreme Energy, namun Iwan meyakini bahwa batu bara tidak akan hilang dalam waktu sekejap.

“Kita tahu bahwa energi fosil itu penting dan renewables tidak bisa menggantikan fossil fuel dalam waktu cepat,” ungkapnya.

Sosok Iwan Hadiantoro 

Pembawaannya tenang, gaya bicaranya juga lugas. Wawasannya tentang bisnis kontruksi, alat berat, dan energi cukup luas. Tak salah jika PT United Tractors Tbk. (UT) mengangkatnya kembali sebagai direktur pada April 2025 lalu.
Perjalanan kariernya cukup panjang. Sejumlah jabatan mentereng pun juga sudah dicicipnya. Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia ini memang “orang lama” di PT United Tractors Tbk. (UT). Sejak tahun 2015 ia sudah dipercaya menjadi direktur.

Iwan juga tercatat sebagai Komisaris di PT Bhumi Jati Power, PT Acset Indonusa Tbk, PT Arkora Hydro Tbk, PT United Tractors Pandu Engineering, serta Komisaris Utama di PT Agincourt Resources, PT Anugerah Surya Pacific Resources, PT Bina Pertiwi Energi, PT Ilthabi Energia Tenagahidro, PT Rajawali Sigi Lestari, PT Stargate Dua Pacific Resources, PT Stargate Mineral Asia, PT Stargate Pacific Resources, PT Sumbawa Jutaraya, PT Supreme Energy Sriwijaya, dan PT Unitra Nusantara Persada.

Selain itu, ia juga menjabat sebagai direktur di PT Karya Supra Perkasa dan Unitra Power Pte. Ltd., serta presiden direktur di PT Energia Prima Nusantara, PT Danusa Tambang Nusantara, dan PT Unitra Persada Energia.

Sebelum bergabung dengan Astra International pada tahun 2010 sebagai Chief of Group Treasury & Investor Relations, Iwan memulai kariernya di Shell Indonesia pada tahun 1990 dan General Electric (GE) Indonesia pada tahun 1998 dan menjabat beberapa posisi manajerial termasuk Controllership, Treasury, Financial Planning & Analysis, VP Finance, serta Direktur dan Chief Financial Officer PT GE Finance Indonesia hingga tahun 2010. Iwan juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan Astra Sedaya Finance (2006-2008).

Dengan segudang pengalamannya di berbagai lini bisnis, Iwan nampak tetap bersahaja. Dia justru lebih senang bercerita dibanding harus memberikan pembelajaran. Ya, itulah Iwan Hadiantoro. Sosok pemimpin bisnis besar dengan misi besar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon