2022 Investasi Industri Otomotif Naik Tembus Rp 25 T

Senin, 6 Februari 2023 | 08:51 WIB
LC
WP
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: WBP
Senayan Park juga menyediakan fasilitas Electric Vehicle (EV) Charging Station yang dapat menampung 3 slot mobil listrik di area Lobby untuk memberikan kemudahan bagi pengguna mobil listrik.
Senayan Park juga menyediakan fasilitas Electric Vehicle (EV) Charging Station yang dapat menampung 3 slot mobil listrik di area Lobby untuk memberikan kemudahan bagi pengguna mobil listrik. (BeritaSatu Photo)

Jakarta, Beritasatu.com – Realisasi investasi industri otomotif sepanjang 2022 mencapai Rp 25,23 triliun naik 5,33% dibanding tahun 2021 sebesar Rp 23,95 triliun. Kenaikan investasi terutama berasal dari penanaman modal asing (PMA), dengan kontribusi 90% atau US$ 1,52 miliar (setara Rp 22,8 triliun). Sisanya adalah penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp 2,42 triliun.

"Pertumbuhan investasi ini menandakan investor asing percaya bahwa otomotif nasional sudah pulih, 2022 menjadi tahun yang luar biasa bagi dunia otomotif nasional," kata Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Kukuh mengatakan, penjualan mobil dalam negeri mencapai 1.048.040 unit, di atas target 960.000 unit. Selanjutnya, ekspor mencetak rekor sepanjang masa, menembus 470.000 unit untuk completely built unit (CBU), dibanding rekor sebelumnya 330.000 unit pada 2019. "Di tengah kondisi pandemi dan insentif sudah dihapus, ternyata pasarnya positif. Ini menjadi sinyal positif untuk investasi ke Indonesia," tutur dia.

Kukuh mengungkapkan, Gaikindo sudah didekati beberapa calon investor yang menanyakan mengenai industri otomotif di Indonesia. Dia menyampaikan bahwa untuk investasi di otomotif harus berorientasi jangka panjang, bukan 5-10 tahun saja, melainkan merencanakan portofolio untuk 20-30 tahun ke depan.

Kukuh meyakinkan bahwa Indonesia memiliki potensi bagus dari negara pesaing, seperti Thailand. Hal ini didasarkan pada pembangunan proyek infrastruktur yang memunculkan sentra-sentra ekonomi baru. Lalu, populasi yang cukup potensial dan pertumbuhan e-commerce.

"Kalau domestiknya bisa digarap, ekspor menjadi bonus, karena ada jaminan pasar di dalam negeri. Di Indonesia, misalnya di Jakarta trennya sudah habis, bisa dipindahkan ke Bandung dengan biaya yang relatif lebih rendah, habis di Bandung bisa dibawa ke Yogyakarta, dan kota lainnya," kata dia.

Kukuh menerangkan, kenaikan investasi sebesar 5,33% merupakan sinyal positif yang harus dimanfaatkan. Tren ini harus bisa dijaga pemerintah, baik di pusat dan daerah.

Gaikindo juga tidak mempermasalahkan investasi didominasi oleh investor asing, selama tujuannya untuk memajukan otomotif nasional. "Kita tidak mempermasalahkan, kita dukung supaya Indonesia betul-betul maju. Karena mereka yang punya modal dan teknologinya, sementara kita harusnya belajar dari situ. Kita harus rebut teknologi itu," ungkap dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BYD Siap Caplok Pabrik VW di Jerman: Ancaman Nyata bagi Industri Eropa

BYD Siap Caplok Pabrik VW di Jerman: Ancaman Nyata bagi Industri Eropa

OTOTEKNO
Jepang Bantu Indonesia Kembangkan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Jepang Bantu Indonesia Kembangkan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

EKONOMI
Industri Otomotif Dunia Dibayangi Krisis 1970-an karena Perang Iran

Industri Otomotif Dunia Dibayangi Krisis 1970-an karena Perang Iran

OTOTEKNO
Ekonom: Lapangan Kerja Jadi Kunci Dongkrak Penjualan Otomotif

Ekonom: Lapangan Kerja Jadi Kunci Dongkrak Penjualan Otomotif

EKONOMI
Debut di IIMS 2026, Changan Tampilkan Lumin dan Deepal S07 untuk Perkuat Eksistensi di Indonesia

Debut di IIMS 2026, Changan Tampilkan Lumin dan Deepal S07 untuk Perkuat Eksistensi di Indonesia

OTOTEKNO
IIMS 2026

IIMS 2026

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon