Persaingan Ketat, Segmen Otomotif Astra Grup Alami Penurunan Laba
Jumat, 29 November 2013 | 19:58 WIBBandung - Laba bersih divisi otomotif Astra Grup hingga September 2013 mengalami penurunan 5 persen menjadi Rp 6,9 triliun menyusul ketatnya persaingan di pasar domestik.
Kondisi ini juga membuat pangsa pasar Astra Grup di pasar nasional turun dari 55 persen menjadi 53 persen.
"Di sektor otomotif dan industri sepanjang 9 bulan ini permintaan kendaraan bermotor tetap tinggi," kata Chief of Corporate Communication Astra International Arief Istanto saat ditemui di workshop wartawan, Bandung, Jumat (29/11).
Namun menurut dia, kenaikan permintaan tersebut juga dibarengi meningkatnya persaingan akibat bertambahnya kapasitas produksi domestik. Hal lain yang menjadi pemicu adalah tingginya biaya tenaga kerja. "Ini menyebabkan penurunan kontribusi dari sektor otomotif di Astra Grup berkurang," ujar dia.
Arief menambahkan, dari total laba bersih tersebut, sebesar Rp 3,2 triliun dikontribusikan dari perseroan dan anak-anak usaha, sementara Rp 3,7 triliun dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities.
Hingga kuartal III-2013 penjualan mobil Astra Grup yang meliputi Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot mengalami kenaikan 7 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi 479.000 unit.
"Sepanjang sembilan bulan pertama 2013, Astra meluncurkan 22 model baru dan 12 model facelift termasuk mobil murah ramah lingkungan (Low cost green car/LCGC) Agya dan Ayla," ujar Arief.
Di sektor sepeda motor, hingga September 2013, PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan dua model baru dan tujuh model facelift.
"Penjualan Honda dari AHM sebesar 3,5 juta unit meningkat 13 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan peningkatan pangsa pasar dari 58 persen menjadi 60 persen," ujar Arief.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




