Bos Honda: Kami Juga Bisa Bermain di Bawah Rp 200 juta

Selasa, 4 Februari 2014 | 23:52 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Honda Mobilio di kawasan Candi Prambanan, Klaten, Jateng, 4 Februari 2014.
Honda Mobilio di kawasan Candi Prambanan, Klaten, Jateng, 4 Februari 2014. (Beritasatu.com/ Heru Andriyanto)

Klaten - Honda mengakui telah mengubah pendekatannya atas pasar Indonesia, dari semula fokus ke segmen mobil papan atas, sekarang ikut agresif berebut kue di pasar mobil murah, seperti tampak dalam dua tahun terakhir ini.

"Karakteristik pasar Indonesia adalah 80% dikuasai mobil MPV (multipurpose vehicle). Kalau kami ingin menjadi pemain besar di sini, kami harus terjun di segmen tersebut," kata Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor (HPM) Tomoki Uchida dalam perbicangan dengan Beritasatu.com, Selasa (4/2).

"Kami juga tidak bisa hanya menjual mobil di atas Rp 200 juta saja, karena kalau demikian pangsa pasar kami akan kecil di Indonesia," ujar Uchida di sela-sela acara media test drive Honda Mobilio di kawasan Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

HPM mulai terjun ke segmen mobil murah dengan meluncurkan Honda Brio Satya yang memiliki label harga di bawah Rp 100 juta memanfaatkan program Low Cost Green Car (LCGC) pemerintah.

Tak berselang lama, Mobilio hadir dengan harga di bawah Rp 200 juta untuk bersaing dengan Toyota Avanza, Suzuki APV, Chevrolet Spin, Suzuki Ertiga, Nissan Livina dan Daihatsu Xenia.

Mobilio inilah yang menurut Uchida merepresentasikan perubahan mendasar strategi bisnis Honda di Indonesia.

"Ketika saya datang di Indonesia dua tahun lalu, staf (manajerial) Honda sangat kecil, 58 atau 60 orang. Saya melakukan perombakan termasuk di bidang riset dan pengembangan. Lalu kami meneliti pasar di kota-kota di Indonesia, bukan hanya Jakarta," kata Uchida.

"Memahami pasar di kota-kota selain Jakarta sangat penting kalau kami ingin besar di sini. Dan hasilnya kami tahu mobil seperti apa yang dinginkan Indonesia. Kami kembali ke Jepang dan mengatakan ke mereka, 'kita harus membuat mobil yang begini'."

Setelah itu, tim perancang dari Jepang dan Thailand dikirim untuk menciptakan model yang sesuai hasil riset tersebut, dan lahirlah Mobilio, jelasnya.

Uchida juga menolak anggapan Honda meniru strategi rival sesama Jepang seperti Toyota dan Daihatsu yang sejak lama menggeluti pasar di segmen bawah.

"Kami terjun ke segmen ini karena kami memang harus melakukannya. Kami tidak meniru siapa-siapa. Mobilio seperti anda lihat produknya sangat berbeda dengan merk-merk lain," jelasnya.

Mobilio, yang sudah mulai dikirim ke pelanggan sejak pertengahan Januari lalu, memiliki dua airbag di depan bahkan untuk versi standar, teknologi anti-lock braking system, teknologi drive by wire paten Honda, Eco indicator untuk cara mengemudi yang lebih hemat bahan bakar, teknologi green glass milik Honda yang anti sinar ultra violet matahari, jok penumpang yang kompatibel untuk dipasang kursi pengaman bayi dan balita, dan beragam fitur lain yang sebagian tidak dimiliki para rivalnya.

Harga mulai Mobilio resminya adalah Rp 159,5 juta untuk tipe E, atau masih dalam rentang harga mobil jenis low MPV.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon