Test Drive: Honda Mobilio, "Low MPV yang Tidak Low"
Senin, 10 Februari 2014 | 10:14 WIBYogyakarta - Honda memiliki reputasi sebagai pemasok mobil papan atas di Indonesia, sehingga ketika mereka meluncurkan Mobilio sebagai low multipurpose vehicle (MPV) atau mobil keluarga menengah-bawah, cukup menarik untuk melihat seberapa rendah mereka menurunkan spesifikasinya.
Para eksekutif Honda berulangkali menyebut Mobilio sebagai low MPV, namun brosur yang kami dapat ketika peluncuran perdana menyebut hampir seluruh teknologi paten mobil Honda yang penting terdapat di Mobilio.
Hal ini yang membuat rasa penasaran makin meningkat, sampai akhirnya PT Honda Prospect Motor (HPM) memberi kesempatan kepada media untuk melakukan uji mengendara selama dua hari di Yogyakarta dan Jawa Tengah pekan kemarin.
Mobilio ditenagai mesin i-VTEC 1,5 liter, sama seperti yang dipakai kelas lebih mahal yaitu Honda Freed. Ini sudah menjadi satu nilai plus pertama ketika kami mendapatkan kunci untuk kendaraan uji, langsung begitu mendarat di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Selasa (4/2) lalu.
Bodi Sedan, Kabin MPV
Honda rupanya memahami rasa penasaran media, terbukti setiap kelompok jurnalis/fotograper diberi kesempatan untuk menjajal tiga tipe: manual, otomatis dan Prestige atau varian teratas. Atau mungkin juga untuk menebus rasa bersalah karena 160 unit Mobilio sudah dikirim ke konsumen sebelum uji mengendara publik seperti ini dilakukan.
Kelompok kami, yang hanya terdiri dari saya dan wartawan senior Bisnis Indonesia, Nurudin Abdullah, mendapat urutan tipe mobil yang ideal: manual-otomatis-Prestige.
Perjalanan rute pendek yang tidak terlalu menantang antara bandara dan Hotel Hyatt Regency di Jalan Kaliurang cukup bagus untuk memahami lebih dulu karakter mobil yang belum sebulan mengaspal di jalanan Indonesia ini.
Kesan pertama adalah ruang kabin yang secara mengejutkan ternyata sangat lega, mengingat bentuk bodi yang dirancang mirip sedan. Ini bukan ilusi optik, "karena ruang kepala Mobilio memang paling lega dibandingkan semua merk low MPV yang ada di pasar Indonesia sekarang," kata Yulian Karfili, asisten manajer humas HPM.
Dia menunjukkan sederet tabel berisi angka perbandingan Mobilio dengan MPV lain yang tidak disebutkan namanya atas alasan etika bisnis.
Kejutan lain adalah jarak dasar mobil ke tanah atau ground clearance yang mencapai 189 mm, memang bukan yang tertinggi, namun masih lebih tinggi dari beberapa MPV pesaing. Yang jelas, ketinggian ini cukup aman untuk melewati genangan air atau melibas polisi tidur.
Mobilio ternyata juga yang terpanjang di kelas low MPV Indonesia, yaitu 4,386 meter, klaim Yulian.
"Menurut survei kami di berbagai kota di Indonesia, panjang garasi rata-rata para pemilik low MPV di Indonesia adalah 4,5 meter. Artinya, dimensi Mobilio ini tidak menambah sulit manuver parkir," ujarnya.
Ruang bagasi sudah diuji, mampu memuat empat galon air minum, lebih satu galon dari kapasitas satu merk MPV lain yang ada di iklan televisi. Untuk ruang mobil, beda 5 cm saja means a great deal.
Dan dengan bodi sedan, Mobilio menawarkan pengendalian yang lebih stabil dan aerodinamika lebih baik dibandingkan MPV berbentuk minibus atau model jeep, kata Yulian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




