Indonesia Pasar Penting Yokohama di Asia
Selasa, 26 Januari 2016 | 17:10 WIB
Jakarta - Yokohama Rubber Co Ltd, produsen ban asal Jepang, menilai Indonesia merupakan pasar penting di kawasan Asia, selain Tiongkok dan India. Adapun di Asean, Indonesia adalah pasar terpenting Yokohama, mengalahkan Filipina dan Thailand.
"Yokohama menaruh harapan besar di Indonesia sebagai motor pertumbuhan di kawasan Asean," ujar Deputy General Manager PT YHI Indonesia Eka Satria di Jakarta, Selasa (26/1).
Sejalan dengan itu, Eka menegaskan, tidak tertutup kemungkinan Yokohama membangun pabrik ban di Indonesia. Yokohama sempat berniat membangun pabrik di Indonesia. Namun, rencana itu kandas, karena pemerintah meminta Yokohama menggandeng mitra lokal. Akhirnya, Yokohama memutuskan membangun pabrik di Thailand dan Filipina.
YHI, kata dia, mengimpor ban dari dua negara Asean itu dengan volumerata-rata sebanyak 10 ribu unit per bulan. Namun, tahun lalu, volume impor turun 20-30% menjadi 7-8 ribu unit, seiring kejatuhan penjualan.
Kendati penjualan turun, Eka memastikan, Yokohama akan terus hadir di Indonesia. Yokohama fokus bermain di segmen aftermarket, karena sulit memasok ban langsung ke pabrikan otomotif (original equipment manufacturer/OEM). Ini lantaran Yokohama tidak memiliki pabrik di Indonesia.
Ban Yokohama, kata dia, memiliki keunggulan dibanding ban OEM yang standar, karena disesuaikan dengan karakteristik mobil. Yokohama menyediakan ban untuk semua jenis mobil, mulai dari MPV, SUV, sedan, bahkan alat berat.
"Yokohama hadir untuk mengedukasi masyarakat bahwa mobil SUV sebaiknya menggunakan ban khusus SUV untuk memperoleh kinerja ciamik. Jangan SUV menggunakan ban MPV," tegas dia.
Saat ini, Eka menegaskan, Yokohama menjalin kemitraan dengan 400 toko ban. Sejauh ini, Yokohama hanya belum menjamah wilayah Papua.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




