SIS Masih Seleksi Pemesan Suzuki Jimny
Sabtu, 17 Juni 2017 | 10:00 WIB
Jakarta - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan telah memesan 88 unit Suzuki Jimny dari Jepang untuk dipasarkan secara terbatas di Indonesia. Hal terus dilakukan untuk melihat respon dari masyarakat terhadap Compact SUV legendaris dari Suzuki tersebut.
4W Marketing Director PT SIS, Donny Saputra menyampaikan, hingga saat ini sudah ada lebih dari 100 orang yang memesan Suzuki Jimny melalui diler resmi Suzuki di seluruh Indonesia, padahal harga untuk model tersebut belum diumumkan. Namun saat ini belum dipustuskan siapa saja pemesan tersebut yang bisa menjadi salah satu pemilik pertama Suzuki Jimny generasi terbaru.
"Yang pesan Jimny sudah lebih dari 100 orang, jadi kemungkinan pada saat nanti di GIIAS 2017 stok-nya sudah habis. Tapi saat ini masih kita seleksi, karena ada satu orang yang pesan sampai lima unit. Maunya kita, satu orang hanya boleh pesan satu unit saja," ujar Donny Saputra, di Jakarta, Jumat (16/6) malam.
Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap Suzuki Jimny, Donny tetap belum bisa memastikan apakah setelah GIIAS 2017 akan langsung dibuka pemesanan periode kedua.
SIS sebelumnya sudah memperkenalkan Suzuki Jimny dalam gelaran GIIAS 2016, Agustus lalu. Jimny sendiri merupakan model off-road sejati yang amat bersejarah bagi Suzuki. Model pertama seri Jimny, LJ10, diperkenalkan pertama kali tahun 1970. Kemudian dilanjutkan dengan LJ80 di Indonesia, yang terkenal dengan sebutan "Jimny Jangkrik". Untuk menggantikan LJ, generasi kedua Jimny, SJ30 yang lebih sporty mulai diproduksi secara global di tahun 1981.
Di era 1990-an, dikembangkan seri SJ, yang terkenal di antaranya "Sierra", "Katana" dan "Caribian". Sementara generasi ketiga Jimny diluncurkan di Indonesia pada 1998.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




