Gusur GM, Toyota Catat Penjualan Global Terbesar
Kamis, 26 Juli 2012 | 04:06 WIB
GM senang menjadi No. 1, tapi lebih memilih meraih laba daripada terpaku berebut pangsa pasar.
Toyota Motor Corp. (TM) mencatat penjualan mobil terbesar di seluruh dunia di semester pertama tahun ini, setelah bangkit dari keterpurukan akibat bencana alam yang mengganggu produksi, sekaligus mengambil alih pimpinan dari General Motors Co. dan menambah jarak dari Volkswagen AG.
Penjualan global Toyota mencapai 4,97 juta unit pada periode itu, sementara GM mencatat penjualan 4,67 juta unit dan VW 4,45 juta unit, demikian dilaporkan Bloomberg.
Prestasi ini diraih setelah tahun kemarin produksi Toyota terhambat akibat gempa bumi dan tsunami di Jepang dan banjir besar yang menimpa pabriknya di Thailand. Setelah produksi mulai pulih, penjualan Toyota di pasar terbesarnya Amerika Serikat dan Jepang ikut bangkit sementara GM dan Volkswagen kesulitan di pasar Eropa yang tengah lesu.
“Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan global di luar sana,” kata Rebecca Lindland, analis otomotif dari IHS Automotive. “Satu semester dengan perbedan hanya 300.000 unit atau 7 persen menunjukkan dua perusahaan itu (Toyota dan GM) berlomba dengan ketat.”
Toyota, GM dan VW sekarang terperangkap dalam persaingan menuju supremasi global setelah mereka juga menjaid pemain terbesar di dunia dalam industri otomotif bersama dengan seluruh anak perusahaan mereka.
“Saya yakin GM akan senang menjadi No. 1, tapi mereka lebih memilih meraih laba jadi mereka tak akan terpaku pada balapan mencari pangsa pasar dengan mengorbankan neraca rugi-laba,” kata Lindland.
Toyota mengambil alih posisi GM sebagai produsen mobil terbesar dunia pada 2008 saat pasar AS kolaps dan kemudian GM merestruktur usaha yang sedang mengarah pada kebangkrutan pada 2009. GM, yang bermarkas di Detroit, kembali memimpin tahun lalu ketika output produksi Toyota terganggu oleh bencana alam di Asia.
Penjualan Toyota termasuk Hino dan Daihatsu.
Toyota Motor Corp. (TM) mencatat penjualan mobil terbesar di seluruh dunia di semester pertama tahun ini, setelah bangkit dari keterpurukan akibat bencana alam yang mengganggu produksi, sekaligus mengambil alih pimpinan dari General Motors Co. dan menambah jarak dari Volkswagen AG.
Penjualan global Toyota mencapai 4,97 juta unit pada periode itu, sementara GM mencatat penjualan 4,67 juta unit dan VW 4,45 juta unit, demikian dilaporkan Bloomberg.
Prestasi ini diraih setelah tahun kemarin produksi Toyota terhambat akibat gempa bumi dan tsunami di Jepang dan banjir besar yang menimpa pabriknya di Thailand. Setelah produksi mulai pulih, penjualan Toyota di pasar terbesarnya Amerika Serikat dan Jepang ikut bangkit sementara GM dan Volkswagen kesulitan di pasar Eropa yang tengah lesu.
“Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan global di luar sana,” kata Rebecca Lindland, analis otomotif dari IHS Automotive. “Satu semester dengan perbedan hanya 300.000 unit atau 7 persen menunjukkan dua perusahaan itu (Toyota dan GM) berlomba dengan ketat.”
Toyota, GM dan VW sekarang terperangkap dalam persaingan menuju supremasi global setelah mereka juga menjaid pemain terbesar di dunia dalam industri otomotif bersama dengan seluruh anak perusahaan mereka.
“Saya yakin GM akan senang menjadi No. 1, tapi mereka lebih memilih meraih laba jadi mereka tak akan terpaku pada balapan mencari pangsa pasar dengan mengorbankan neraca rugi-laba,” kata Lindland.
Toyota mengambil alih posisi GM sebagai produsen mobil terbesar dunia pada 2008 saat pasar AS kolaps dan kemudian GM merestruktur usaha yang sedang mengarah pada kebangkrutan pada 2009. GM, yang bermarkas di Detroit, kembali memimpin tahun lalu ketika output produksi Toyota terganggu oleh bencana alam di Asia.
Penjualan Toyota termasuk Hino dan Daihatsu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




