Toyota: Jalan dan Masyarakat Belum Siap, Penerapan Mobil Otonom Masih Lama
Kamis, 16 Februari 2023 | 21:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy melihat penerapan kendaraan dengan teknologi autonomous driving atau mobil otonom di Indonesia masih membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Penggunaan kendaraan ini menurutnya juga sangat tergantung pada kesiapan infrastruktur jalan.
"Ini (autonomous driving) masih butuh waktu, tergantung banyak hal mulai dari infrastruktur, kondisi jalan, dan juga masyarakatnya," kata Anton Jimmi saat ditemui di pembukaan pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/2/2023).
Anton menyampaikan, kendaraan dengan teknologi swakemudi memiliki enam tingkatan. Toyota sebetulnya juga sudah mengaplikasikan teknologi ini pada beberapa modelnya, namun tidak full autonomous.
"Pada saat ini belum ada mobil kita yang full autonomous dan memang ini butuh waktu. Tetapi kalau yang semi autonomous atau some part autonomous, sudah ada. Contohnya teknologi Toyota Safety Sense (TSS), ada fungsi radar yang mengecek kondisi di depan, samping dan belakang mobil, jadi bisa akselerasi sendiri atau melakukan pengereman sendiri berdasarkan kondisi jalan. Tetapi kami tidak pernah menyebut ini kendaraan autonomous, karena nanti takutnya konsumen menganggapnya tidak perlu lagi peran pengemudi," kata Anton.
Walaupun sudah menjadi tren teknologi berikutnya, Anton menilai mobil tetap membutuhkan pengemudi. Akan ada kondisi-kondisi di mana pengemudi harus mengambil keputusan, tidak bisa hanya mengandalkan teknologi.
"Jadi kalau untuk full autonomous, sepertinya masih agak lama. Karena saya merasa mobil tetap membutuhkan driver yang mengendalikan. Tetapi suatu saat nanti mungkin saja bisa full autonomous," kata Anton.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




