ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Revolusi Mobil Listrik, Melonjak 55 Kali Lipat Didominasi Tiongkok, AS, Eropa

Minggu, 19 Maret 2023 | 05:54 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Pengunjung melihat mobil listrik yang dipamerkan pada sebuah acara di tangerang, Banten, Sabtu, 24 Februari 2023.
Pengunjung melihat mobil listrik yang dipamerkan pada sebuah acara di tangerang, Banten, Sabtu, 24 Februari 2023. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Revolusi kendaraan listrik khususnya mobil listrik sedang terjadi secara global dengan penjualan tumbuh 55x lipat dari 2012.

Penjualan mobil listrik per tahun pada 2022 mencapai 6,6 juta unit per tahun atau naik 55 kali lipat dari 2012 sebesar 120.000 unit per tahun. Sementara pada 2022 mencapai 3,3 juyta unit.

"Dari 2012 ke 2022 naik dengan CAGR 51%, sedangkan dari 2020 ke 2022 naik dengan CAGR 41%," demikian dikutip Unboxing Electric Vehicle "Mengendarai Masa Depan" yang ditulis Anggaraksa Arismunandar Michael Owen Kohana dari Stockbit Academy, platform riset dan edukasi pasar saham dari Stockbit Minggu (19/3/2023).

ADVERTISEMENT

Catatan, yang termasuk ke dalam mobil listrik atau kendaraan listrik (electric vehicle/EV) adalah battery electric vehicle (BEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV)

Sementara pada 2025 jumlah mobil listrik yang beredar di plnate bumi ini diproyeksi 77 juta unit dibanding 2021 sebesar 16,5 juta unit. Adapun pada 2020 sudah ada 11,3 juta unit mobil listrik dan 2016 hanya 2 juta mobil listrik.

Mobil listrik juga telah melahirkan beberapa perusahaan paling berharga di dunia seperti Tesla asal Amerika Serikat (AS) dengan market cap US$ 570,3 miliar per 8 Maret 2023. Sementara BYD asal Tiongkok memiliki market cap US$ 100,3 miliar.

Ternyata mobil listrik yang beredar di dunia didominasi oleh Tiongkok, AS, dan Uni Eropa yang berkontribusi lebih 90% pada penjualan global

Mengacu penjualan kendaraan listrik berdasarkan wilayah pada 2021 Tiongkok berkontribusi 50,0%, Uni Eropa 34,8%, AS 9,5% dan lainnya 5,7%.

Adaptasi yang cukup tinggi di wilayah-wilayah tersebut didorong oleh:

1. Insentif dan kebijakan pemerintah
•Tiongkok: insentif sebesar 11.000-12.000 Yuan untuk pembelian kendaraan listrik
•Uni Eropa: pembebasan pajak pembelian atau impor
•AS: insentif kredit pajak US$ 2.500-US$ 7.000

2. Model kendaraan listrik
Produsen fokus pada model yang paling diminati di negara tersebut seperti city car atau SUV

3. Biaya perawatan
Secara umum lebih murah 30%-40% daripada mobil berbahan bakar bensin, contohnya tidak perlu mengganti oli.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BYD Siapkan Varian Mobil Listrik Atto 1 dengan Harga Lebih Murah

BYD Siapkan Varian Mobil Listrik Atto 1 dengan Harga Lebih Murah

OTOTEKNO
Adu Pajak Toyota Alphard vs Denza D9 pada 2026, Siapa Paling Mahal?

Adu Pajak Toyota Alphard vs Denza D9 pada 2026, Siapa Paling Mahal?

OTOTEKNO
5 Mobil Listrik Kuat Jakarta-Bandung Tanpa Cas, Mana Paling Worth It?

5 Mobil Listrik Kuat Jakarta-Bandung Tanpa Cas, Mana Paling Worth It?

OTOTEKNO
Benarkah Suhu Panas Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik? Ini Faktanya

Benarkah Suhu Panas Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik? Ini Faktanya

OTOTEKNO
Survei: 96 Persen Pengguna Mobil Listrik Ogah Kembali ke Mobil Bensin

Survei: 96 Persen Pengguna Mobil Listrik Ogah Kembali ke Mobil Bensin

OTOTEKNO
Pegawai Tesla Ramai-ramai Tanda Tangani Model S dan Model X Terakhir

Pegawai Tesla Ramai-ramai Tanda Tangani Model S dan Model X Terakhir

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon