63 Negara Ingin Kurangi Penggunaan AC, Kecuali India yang Negaranya Panas
Rabu, 6 Desember 2023 | 17:02 WIB
Dubai, Beritasatu.com - Sebanyak 63 negara--termasuk AS, Kanada, dan Kenya-berkomitmen untuk secara signifikan mengurangi emisi terkait pendinginan di KTT Iklim PBB (COP28) di Dubai. Global Cooling Pledge adalah perjanjian kolektif pertama di dunia terhadap emisi pemanasan iklim dari pendinginan, termasuk pendinginan untuk makanan, obat-obatan, dan AC.
Negara-negara berkomitmen untuk mengurangi emisi terkait pendinginan mereka pada 2050 setidaknya sebesar 68% dibandingkan dengan level 2022. India, yang kemungkinan akan mengalami pertumbuhan permintaan pendinginan terbesar dalam beberapa dekade mendatang, masih belum bergabung dengan janji tersebut hingga Selasa pagi.
"Kami ingin mengurangi emisi terkait pendinginan di semua sektor tetapi meningkatkan akses ke pendinginan berkelanjutan," kata utusan iklim AS, John Kerry, pada COP28 di Dubai, Selasa (5/12/2023).
Sekitar 1,2 miliar orang yang membutuhkan pendinginan masih kekurangan akses. Kapasitas AC terpasang diperkirakan akan naik tiga kali lipat pada pertengahan abad ini, didorong oleh kenaikan suhu, pertumbuhan populasi, dan peningkatan pendapatan.
"Bayangkan komunitas kumuh, pemukiman informal, rumah yang terbuat dari besi berlapis, dan di sampingnya ada AC," kata Wali Kota Freetown Yvonne Aki-Sawyerr dari Sierra Leone dalam konferensi pers COP28.
"Aspirasi semua orang ketika suhu naik dan pendapatan naik adalah bahwa kekayaan mereka diukur oleh pendinginan mereka," tambahnya.
Namun, semua penambahan AC ini memperparah krisis iklim, dengan emisi pendinginan diperkirakan mencapai antara 4,4 hingga 6,1 miliar ton setara karbon dioksida pada 2050, menurut laporan dari koalisi Program Lingkungan PBB (UNEP) yang juga mengembangkan janji bersama presidensi UAE COP28.
“Orang akan membeli AC yang sangat murah diproduksi di suatu tempat di Asia seharga US$ 100 dan mencolokkannya. Itu akan membebani sistem energi dan akan terjadi kehancuran,” kata Jürgen Fischer, presiden solusi iklim di perusahaan multinasional Denmark, Danfoss, yang mengkhususkan diri dalam pemanasan dan pendinginan.
Setidaknya 118 negara juga mendukung janji COP28 lainnya untuk meningkatkan energi terbarukan tiga kali lipat dan efisiensi energi dua kali lipat pada 2030.
Kemajuan dalam mencapai Global Cooling Pledge akan dipantau setiap tahun hingga 2030, dengan pengecekan pada KTT iklim PBB tahunan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




