Peneliti BRIN Sebut Gangguan Cuaca Esktrem di Indonesia Mulai Mereda
Selasa, 19 Maret 2024 | 13:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Erma Yulihastin menyebutkan gangguan cuaca ekstrem yang terjadi di Indonesia mulai mereda pada Selasa (19/3/2024). Lewat unggahan akun X miliknya, Erma mengatakan hal itu terjadi gelombang Kelvin, MJO, dan Rossby mengalami pergeseran ke timur.
Diketahui gelombang Kelvin, Madden Julian Oscillation (MJO), dan Rossby merupakan fenomena gelombang atmosfer yang jadi penyebab munculnya cuaca ekstrem di Indonesia.
"Sesuai prediksi, gangguan cuaca ekstrem mulai mereda pada hari ini seiring pergeseran ke timur gelombang atmosfer (MJO, Kelvin, Rossby). Cuaca di Indonesia sebagian besar kembali normal. Semoga banjir lekas surut," tulis Erma.
Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati juga telah memberi peringatan kepada masyarakat, khususnya petani di Jawa Tengah untuk mempersiapkan musim pancaroba.
Dwikorita mengatakan meski saat ini Jawa Tengah masih dilanda hujan, tetapi pada Bulan April diprediksi Jawa Tengah akan memasuki transisi pancaroba menuju musim kemarau.
"Sekarang kita sibuk mengelola banjir, nantinya kita sibuk mengelola kemarau. Jadi ini diprediksi Bulan April pancaroba, Mei sampai September kemarau. Puncaknya Juli sampai Agustus. Lalu Oktober akan mulai transisi pancaroba lagi," kata Dwikorita.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




