Nissan Hancur Lebur, Tutup Pabrik Mobil di Jepang yang Ada Sejak 1961
Minggu, 18 Mei 2025 | 11:16 WIB
Jakarta, Beriatsatu.com - Nissan berencana tutup pabrik mobil di Jepang, sebagai bagian dari langkah restrukturisasi besar-besaran yang tengah dijalankan perusahaan. Dua pabrik yang terdampak berada di Prefektur Kanagawa, yaitu pabrik Oppama dan pabrik Shonan yang dikelola oleh anak usaha Nissan Shatai.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh surat kabar Yomiuri dan dikutip dari Economic Times, Minggu (18/5/2025). Pabrik Oppama sendiri sudah beroperasi sejak 1961, sementara pabrik Shonan memproduksi kendaraan komersial, seperti van.
Selain di Jepang, Nissan juga mempertimbangkan penutupan dua fasilitas produksinya di Meksiko. Bahkan, opsi penghentian produksi di Afrika Selatan, India, dan Argentina juga sedang dievaluasi.
Langkah ini muncul setelah Nissan mengumumkan strategi penghematan biaya yang agresif. Salah satunya adalah pemangkasan sekitar 15% dari total tenaga kerja global dan pengurangan jumlah pabrik dari 17 menjadi 10 pada tahun fiskal 2027.
“Penutupan ini merupakan bagian dari konsolidasi global guna meningkatkan efisiensi operasional,” ujar juru bicara Nissan dalam pernyataan resminya.
Nissan sebelumnya telah mengonsolidasikan produksi mobil pikap Frontier dan Navara dari Meksiko dan Argentina ke satu fasilitas pusat di pabrik Civac, Meksiko. Ini menunjukkan upaya serius Nissan dalam merampingkan rantai produksi globalnya.
Di sisi lain, perusahaan juga memperbarui kerja samanya dengan mitra Prancis, Renault. Pada Maret lalu, Renault resmi membeli seluruh saham Nissan di perusahaan patungan mereka di India, Renault Nissan Automotive India Private Ltd (RNAIPL).
Namun, Nissan menyatakan bahwa informasi mengenai rencana penutupan pabrik-pabrik tersebut masih bersifat spekulatif. “Saat ini, kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut terkait hal ini. Kami berkomitmen menjaga transparansi dengan para pemangku kepentingan dan akan menyampaikan pembaruan yang relevan apabila diperlukan,” tegas Nissan.
Jika rencana ini direalisasikan, maka penutupan pabrik domestik akan menjadi yang pertama sejak penutupan pabrik Murayama pada tahun 2001. Ini akan menjadi tonggak penting dalam restrukturisasi Nissan.
Sebagai informasi, pabrik Oppama memiliki kapasitas produksi sekitar 240.000 unit per tahun dan mempekerjakan hampir 3.900 orang. Pabrik ini dikenal sebagai tempat produksi mobil listrik Nissan Leaf, salah satu mobil listrik massal pertama di dunia.
Sementara itu, pabrik Shonan memiliki kapasitas produksi tahunan sekitar 150.000 unit dan mempekerjakan sekitar 1.200 pekerja.
Penutupan pabrik ini menandai babak baru dalam strategi restrukturisasi Nissan. Dampaknya tidak hanya terasa di Jepang, tetapi juga dalam rantai produksi global yang lebih luas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




