Inovasi Minyak Kemiri dan Alat Kesehatan AI Diperkenalkan ke Presiden
Minggu, 10 Agustus 2025 | 19:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dua peneliti asal Indonesia, Hery Sutanto dan Aulia Arif Iskandar, sukses menghadirkan terobosan di bidang kesehatan dan pangan melalui kombinasi inovasi minyak kemiri serta teknologi kecerdasan buatan (AI). Hasil riset mereka terpilih sebagai produk inovasi nasional terbaik periode 2022–2025, dan dipamerkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran menteri dalam ajang Convention of Science, Technology, and Industry (STI) Indonesia 2025.
Hery, lewat penelitian berjudul “Mengangkat Kemiri Sebagai Minyak Nabati Masa Depan Indonesia”, mengembangkan Kemirich Gold, yaitu minyak nabati olahan kemiri yang diklaim mampu menjadi alternatif minyak sehat karya anak negeri. Penelitian ini menjadi kontribusi nyata dalam memaksimalkan potensi pangan lokal untuk ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor.
“Indonesia memiliki kekayaan hayati luar biasa. Kemiri adalah salah satu tanaman lokal yang murah, melimpah, dan selama ini hanya dianggap pelengkap dapur. Padahal, jika diolah dengan benar, kandungan nutrisinya bisa menyaingi minyak nabati impor,” ujar Hery melalui keterangan resmi, Minggu (10/8/2025).
Produk inovasi minyak kemiri ini mengandung Omega 3, Omega 6, Omega 9, DHA, EPA, LA, dan Vitamin E, yang secara ilmiah bermanfaat untuk kesehatan jantung orang dewasa serta mendukung pertumbuhan balita dan anak-anak. Kemirich Gold juga telah mengantongi sertifikasi halal dan izin edar resmi dari BPOM RI.
Sementara itu, Aulia memperkenalkan dua alat kesehatan berbasis AI: Dub-Dub Mini EKG dan Stetoskop Digital Berbasis AI. Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya akses masyarakat pada deteksi dini penyakit jantung dan paru-paru.
"Tujuan utama saya bukan sekadar menciptakan teknologi canggih, tapi menciptakan teknologi yang bermanfaat dan bisa diakses masyarakat luas, terutama di daerah dengan keterbatasan layanan kesehatan,” kata Aulia.
Dub-Dub Mini EKG adalah perangkat portabel untuk mendeteksi irama jantung abnormal secara real-time dan mengirimkan data ke aplikasi ponsel via bluetooth, lengkap dengan fitur emergency alert dan telekonsultasi. Sementara itu, Stetoskop Digital Berbasis AI memanfaatkan machine learning untuk menganalisis suara paru-paru dan mengklasifikasi penyakit berdasarkan pola napas yang terekam, menjadikannya asisten diagnostik digital bagi tenaga medis.
Kedua alat tersebut telah menyabet penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI, termasuk peringkat kedua kategori inovasi alat kesehatan (2019) dan predikat Produk Riset Alkes Unggulan Pertama (2024). Prestasi ini menegaskan bahwa teknologi lokal mampu memberikan kontribusi nyata bagi sistem layanan kesehatan nasional.
Dengan diperkenalkannya inovasi minyak kemiri dan alat kesehatan AI ini kepada Presiden, harapannya adalah potensi besar kearifan lokal dan teknologi canggih buatan anak bangsa bisa semakin diakui, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara luas demi kemajuan Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




