ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wajah Aman di Dunia Maya, YouTube Kini Bisa Deteksi Deepfake

Jumat, 24 Oktober 2025 | 16:23 WIB
PA
TE
Penulis: Putri Almi Almaira | Editor: TCE
Ilustrasi YouTube.
Ilustrasi YouTube. (Freepik/Raw Pixel)

Jakarta, Beritasatu.com - YouTube kini melangkah lebih jauh dalam melindungi para kreatornya dari ancaman penyalahgunaan teknologi deepfake. Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan YouTube adalah fitur bernama likeness.

Melalui pembaruan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), platform ini menghadirkan sistem yang mampu mendeteksi jika wajah atau suara seseorang digunakan dalam video lain tanpa izin.

Langkah ini merupakan respons terhadap meningkatnya penyalahgunaan AI generatif yang mampu meniru wajah dan suara manusia secara sangat realistis.

Dalam banyak kasus, deepfake dimanfaatkan untuk membuat video palsu yang bisa menipu publik, merusak reputasi, hingga melanggar hak cipta dan privasi individu.

ADVERTISEMENT

Likeness berfungsi layaknya sistem Content ID, tetapi bukan untuk mendeteksi pelanggaran hak cipta video atau audio, melainkan untuk memantau identitas visual kreator.

Kreator yang tergabung dalam YouTube Partner Program (YPP) dapat memverifikasi wajah mereka melalui fitur ini. Setelah proses verifikasi selesai, sistem AI YouTube akan memindai jutaan video yang diunggah ke platform guna menemukan kemunculan wajah mereka di video lain.

Jika sistem mendeteksi wajah yang mirip dan diduga hasil manipulasi deepfake, kreator akan menerima notifikasi serta dapat mengajukan peninjauan atau permintaan penghapusan video tersebut.

Selain itu, YouTube juga tengah mengembangkan teknologi pendeteksi suara sintetis untuk mengenali jika suara seseorang ditiru menggunakan AI. Teknologi ini akan sangat berguna untuk melindungi suara publik figur, penyanyi, dan kreator dari penyalahgunaan tanpa izin.

Kemampuan deepfake yang semakin realistis menimbulkan banyak risiko. Video hasil manipulasi kini dapat menipu publik dengan sangat meyakinkan, memicu penyebaran informasi palsu, penipuan digital, dan pelanggaran privasi.

Bagi kreator konten, ancaman ini sangat serius. Identitas digital mereka bisa digunakan untuk kepentingan negatif tanpa sepengetahuan mereka.

Oleh karena itu, kehadiran fitur AI pendeteksi deepfake menjadi langkah penting bagi YouTube untuk memberikan perlindungan, rasa aman, dan kepercayaan kepada komunitas kreator di seluruh dunia.

Cara Kerja dan Keterbatasan Teknologi AI YouTube

Sistem deteksi deepfake milik YouTube bekerja menggunakan algoritma machine learning yang menganalisis data wajah dan suara. Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan database kreator yang sudah diverifikasi.

Apabila ditemukan kemiripan tinggi, sistem akan menandai konten tersebut untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim moderasi. Meski begitu, YouTube menegaskan teknologi ini masih dalam tahap pengembangan.

Akurasi deteksinya belum sepenuhnya sempurna karena teknik deepfake terus berevolusi. Selain itu, fitur likeness baru bisa digunakan oleh kreator yang tergabung dalam YouTube Partner Program, sehingga belum tersedia untuk semua pengguna.

Tip bagi Kreator Menghadapi Risiko Deepfake di YouTube

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan identitas digital, para kreator dapat menerapkan langkah-langkah berikut ini.

  • Verifikasi akun dan wajah

Pastikan akun YouTube Anda terdaftar secara resmi dan ikuti program verifikasi wajah jika tersedia.

  • Pantau konten secara berkala

Lakukan pengecekan rutin terhadap video yang mungkin menampilkan wajah atau suara Anda tanpa izin.

  • Gunakan watermark dan metadata

Tambahkan logo, tanda air, atau metadata unik pada video agar sulit dipalsukan dan mudah dibuktikan saat terjadi pelanggaran.

  • Edukasi audiens Anda

Ajak penonton untuk melaporkan video mencurigakan yang menampilkan wajah atau suara Anda.

  • Jaga reputasi digital

Hindari membagikan rekaman pribadi, suara, atau informasi sensitif yang dapat disalahgunakan pihak lain.

Dengan hadirnya fitur likeness dan teknologi pendeteksi suara AI, YouTube menegaskan komitmennya dalam melindungi identitas kreator dari ancaman deepfake. Langkah ini tidak hanya meningkatkan keamanan digital, tetapi juga menjaga keaslian konten di platform video terbesar di dunia tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Begini Komentar Google Soal Anak Indonesia Main Internet

Begini Komentar Google Soal Anak Indonesia Main Internet

OTOTEKNO
YouTube Perketat Aturan Konten AI dengan Sistem Label Otomatis

YouTube Perketat Aturan Konten AI dengan Sistem Label Otomatis

OTOTEKNO
YouTube Perketat Label AI, Video Rekayasa Kini Lebih Mudah Dikenali!

YouTube Perketat Label AI, Video Rekayasa Kini Lebih Mudah Dikenali!

OTOTEKNO
Fitur YouTube PiP 2026 Kini Gratis di Seluruh Dunia! Ini Cara Pakainya

Fitur YouTube PiP 2026 Kini Gratis di Seluruh Dunia! Ini Cara Pakainya

OTOTEKNO
Kemenkomdigi Minta Roblox Patuhi PP Tunas untuk Keamanan Anak

Kemenkomdigi Minta Roblox Patuhi PP Tunas untuk Keamanan Anak

EKONOMI
Tak Perlu Langganan Premium, YouTube Kini Hentikan Iklan Saat Live

Tak Perlu Langganan Premium, YouTube Kini Hentikan Iklan Saat Live

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon