YouTuber Otomotif Ini Terjerat Hukum gara-gara Konten Bakar Ferrari
Senin, 17 November 2025 | 15:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - YouTuber Otomotif Cody Detwiler, yang dikenal dengan kanal WhistlinDiesel, kini menghadapi masalah hukum terkait konten yang pernah ia unggah bertahun-tahun lalu. Detwiler ditangkap di Tennessee karena tuduhan penggelapan pajak terkait supercar Ferrari F8 Tributo miliknya, mobil yang dahulu dibelinya dengan tujuan untuk dihancurkan dalam video.
Video yang menjadi sorotan pihak berwenang menunjukkan Ferrari tersebut terbakar, sementara mobil menggunakan plat Montana. Detail kecil ini diduga menjadi pemicu proses hukum terhadap Detwiler. Menurut laporan WKRN, ia dijadwalkan menjalani sidang pada 19 November 2025 di Williamson County dan menghadapi satu dakwaan tunggal penggelapan pajak, baik atas dirinya maupun perusahaan yang didirikannya, WhistlinDiesel LLC.
Berdasarkan Tennessee Code 67-1-1440(g), seseorang yang “dengan sengaja berusaha menghindari atau menolak membayar pajak yang terutang” bisa dikenai hukuman kelas E, jika jumlah pajak yang dihindari US$ 500 atau lebih.
“Dakwaan menyebut Detwiler diduga menghindari pajak penjualan atas pembelian Ferrari F8 Tributo 2020 senilai lima ratus dolar AS (US$ 500) atau lebih,” tulis Carscoops, Senin (17/11/2025).
Belum dijelaskan secara rinci apakah pihak berwenang Tennessee menilai mobil tersebut sama sekali tidak pernah didaftarkan, atau menganggap Detwiler mencostlinDiba menghindari pajak dengan mendaftarkannya di Montana. Praktik ini bukan hal asing bagi sebagian orang kaya, karena beberapa negara bagian memiliki hukum pajak yang lebih menguntungkan. WhistlinDiesel LLC sendiri memang terdaftar di Montana.
Detwiler kemudian membagikan video dan foto penangkapannya secara daring, menulis, “Menang terlalu besar sampai mereka mengira aku menipu. (100% nyata, bukan AI).” Ia menegaskan melalui unggahan lain, “Aku tidak melakukan apa-apa.”
Kasus ini menjadi peringatan bagi YouTuber Otomotif bahwa konten viral yang tampak menghibur bisa berujung pada konsekuensi hukum bertahun-tahun kemudian. Pihak kami telah menghubungi Detwiler untuk komentar tambahan dan akan memperbarui berita jika mendapat tanggapan resmi darinya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




