ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Toyota: Relaksasi Akan Dongkrak Industri Otomotif

Jumat, 12 Februari 2021 | 16:19 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Wakil President PT Toyota-Astra Motor Henry Tanoto.
Wakil President PT Toyota-Astra Motor Henry Tanoto. (Beritasatu/Primus Dorimulu)

Jakarta, Beritasatu.com - Kebijakan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) otomotif yang akan diberikan pemerintah mulai Maret 2021 akan mendongkrak industri otomotif. Hal itu diutarakan oleh Wakil Presidir PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto, Jumat (12/2/2021). 

"Kami akan cek aturan detailnya dan menunggu juknisnya agar bisa tahu pasti dampaknya," kata Henry Tanoto. 

Kamis (11/2/2021) kemarin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto telah menyetujui usulan Kementerian Perindustrian terkait relaksasi PPnBM kendaraan bermotor secara bertahap selama 2021, terutama untuk kendaraan di bawah 1.500 cc untuk kategori sedan dan 4×2.

Henry mengatakan kebijakan relaksasi atau penurunan PPnBM kendaraan bermotor itu pasti akan mempengaruhi permintaan pasar dan penjualan serta produksi mobil di dalam negeri yang tahun lalu anjlok akibat terimbas pandemi Covid-19.

ADVERTISEMENT

"Tahun lalu pasar (mobil) ditutup dengan angka sekitar 580 ribu unit turun 44,55 persen dibanding 2019," ujarnya.

Penurunan pasar secara nasional itu, diakui Henry, juga berpengaruh pada penjualan Toyota di Indonesia yang juga turun 44,8 persen menjadi sekitar 183 ribu unit tahun 2020 dibanding 2019, dengan pangsa pasar 31,6 persen.

Namun ia optimistis tahun 2021 kinerja pasar dan industri otomotif di Indonesia akan tumbuh lebih baik dibanding 2020 seiring dengan perbaikan ekonomi, vaksinasi Covid-19, dan berbagai kebijakan pemerintah untuk mendongkrak daya beli masyarakat.

"In line dengan ekonomi Indonesia, tahun ini total pasar otomotif diperkirakan mencapai sekitar 750.000 unit atau naik sekitar 30 persen dibanding 2020," kata Henry.

Menanggapi pertanyaan dengan kebijakan baru pemerintah menurunkan PPnBM otomotif akan memdongkrak pasar lebih besar lagi, ia mengatakan akan mempelajari aturan dan menghitung lagi.

"Yang pasti kebijakan itu positif bagi pasar dan produksi lokal, khususnya produk yang sesuai kriteria dari aturan itu," kata Henry.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Geely Klaim Teknologi Hybrid Mereka Lampaui Toyota

Geely Klaim Teknologi Hybrid Mereka Lampaui Toyota

OTOTEKNO
Toyota Proyeksi Perang Iran Sebabkan Penurunan Laba Rp 71 Triliun

Toyota Proyeksi Perang Iran Sebabkan Penurunan Laba Rp 71 Triliun

OTOTEKNO
BYD dan Jaecoo Tembus 10 Besar Penjualan Mobil Nasional 2026

BYD dan Jaecoo Tembus 10 Besar Penjualan Mobil Nasional 2026

OTOTEKNO
Duel Mobil Murah: Toyota Salip Honda di Pasar Amerika pada 2026

Duel Mobil Murah: Toyota Salip Honda di Pasar Amerika pada 2026

OTOTEKNO
Toyota Land Cruiser 300 Kena Recall karena Bisa Mati Mendadak di Jalan

Toyota Land Cruiser 300 Kena Recall karena Bisa Mati Mendadak di Jalan

OTOTEKNO
Tampil Mewah dan Garang, Toyota Pamer Modifikasi Pikap Rangga

Tampil Mewah dan Garang, Toyota Pamer Modifikasi Pikap Rangga

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon