Wajah Lain Nusakambangan
Selasa, 15 Agustus 2017 | 14:09 WIB
Nusakambangan, pulau di selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah selama ini lekat dengan kesan \"Pulau Kematian\" setelah menjadi lokasi lapas sekaligus tempat eksekusi mati para narapidana kelas kakap dari seluruh Indonesia. Hal tersebut sekaligus melabeli Nusakambangan sebagai \"Alcatraz\"nya Indonesia. Namun di balik itu semua, Nusakambangan punya cerita lain. Di balik kesan pulau angker, sejatinya Nusakambangan memiliki keramahan dan keindahan dari segi pesona alamnya yang tersembunyi. Setiap akhir pekan, Nusakambangan selalu ramai kunjungan wisata. Mereka datang dari berbagai daerah juga mancanegara. Untuk mencapai Pulau Nusakambangan, para wisatawan harus menyewa perahu cadik dari nelayan wisata di sepanjang bibir Pantai Teluk Penyu dengan tarif sekitar Rp 25.000 per orang. Nusakambangan sejatinya seperti pulau-pulau lain di Indonesia. Pantai Nusakambangan juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Perairan Nusakambangan juga menjadi tempat mencari nafkah bagi para pemburu lobster. Sebagai pulau karang besar, Nusakambangan menjadi rumah bagi kawanan ikan, lobster hingga gurita yang laku dijual di pasar ikan. Deburan ombak Nusakambangan seakan menyiratkan bahwa Laut Selatan Jawa selalu menyimpan cerita lain. Pesona lain Nusakambangan tidak habis dijelajahi juga dinikmati. Masih ada rahasia lain Nusakambangan selain stigma \"Pulau Kematian\" yang selama ini melekat di telinga masyarakat. Di tengah belantara hutan Nusakambangan, mudah dijumpai reruntuhan bangunan tua. Hal itu juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Ada cerita masa lalu yang diburu untuk dikenang dan dikenali oleh para wisatawan. Nusakambangan menjadi pintu masuk rahasia masa lalu yang menyimpan banyak cerita pergolakan antara Portugis, Belanda dan Jepang ketika mendarat di Indonesia dari masa silam melalui reruntuhan bangunan. Beberapa bekas reruntuhan seperti benteng, penjara, ruang pembantaian, gudang senjata hingga bungker persembunyian masih tersisa di Nusakambangan. Bangunan yang kini telah ditumbuhi belukar dan pohon besar seakan menjadi saksi bisu pergolakan di masa lalu. Bangunan bersejarah di Nusakambangan seperti Benteng Karang Bolong, Benteng Klinker, dan reruntuhan bangunan lainnya seakan menjadi lorong waktu yang membawa wisatawan kembali ke tahun 1873, saat beberapa benteng tersebut didirikan. Nusakambangan dengan segala ceritanya masih menjadi misteri yang menarik untuk diungkap sekaligus sebagai literasi sejarah untuk generasi penerus. Sebuah cerita lain dari pulau di selatan laut Jawa bernama Nusakambangan. FOTO: BeritaSatu Photo/Danung Arifin
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




