ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gara- gara Ini Ukraina Desak Australia Open untuk Melarang Ayah Djokovic

Jumat, 27 Januari 2023 | 08:48 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Seorang pria yang mengenakan T-shirt huruf
Seorang pria yang mengenakan T-shirt huruf "Z" menonton pertandingan perempat final tunggal putra antara Novak Djokovic dari Serbia dan Andrey Ruble dari Rusia, di samping para pendukung yang mengibarkan bendera Serbia, di turnamen tenis Australia Terbuka di Melbourne pada 25 Januari, 2023. (AFP)

Sydney, Beritasatu.com - Duta Besar Ukraina untuk Australia pada Jumat (27/1/2023) mendesak pejabat tenis dan pengelola turnamen untuk melarang ayah Djokovic di Australia Terbuka setelah dia difilmkan berpose dengan penggemar mengacungkan bendera Rusia .

"Akreditasinya harus dicabut," kata duta besar Vasyl Myroshnychenko kepada AFP.

Myroshnychenko juga meminta Novak Djokovic, yang bersiap menghadapi Tommy Paul di semifinal turnamen, untuk meminta maaf secara pribadi dan mengklarifikasi sikapnya terhadap invasi Rusia.

"Penting bagi Novak untuk mengatasi situasi ini," katanya.

ADVERTISEMENT

"Dia harus meminta maaf atas apa yang telah terjadi, dan mengutuk invasi Rusia ke Ukraina."

Sebuah video yang diposting ke akun YouTube pro-Rusia Australia pada hari Kamis menunjukkan ayah Djokovic Srdjan berpose dengan seorang pria memegang bendera Rusia dengan wajah Vladimir Putin di atasnya.

Video itu diberi judul: "Ayah Novak Djokovic membuat pernyataan politik yang berani."

Wartawan tenis Serbia mengonfirmasi bahwa itu adalah ayah Djokovic dan surat kabar Melbourne Age melaporkan bahwa dia berkata dalam bahasa Serbia: "Hidup Rusia."

Seorang pria lain difoto oleh AFP di dalam stadion selama pertandingan Djokovic dengan kaus bertuliskan simbol "Z" pro-perang.

Myroshnychenko mengatakan bahwa tanggapan Djokovic terhadap kontroversi tersebut dapat membayangi turnamen tahun ini, satu tahun setelah dia dideportasi dari Australia karena menolak divaksinasi Covid-19.

"Australia Terbuka terakhir adalah tentang Djokovic," katanya.

"Sekarang semuanya tentang bendera Rusia dan juga Djokovic."

Mantan petenis Ukraina Alex Dolgopolov, yang saat ini berperang, bertanya di Twitter pada hari Kamis: "Orang ini akan dilarang seumur hidup, setidaknya untuk semua acara Australia, bukan? @AustralianOpen."

Myroshnychenko berperan penting dalam membujuk penyelenggara Australia Terbuka untuk melarang bendera Rusia dan Belarusia dari Grand Slam tahun ini.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon