Pengamat: Jokowi Bisa Selamatkan Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Selasa, 28 Maret 2023 | 00:28 WIB
Maka Presiden Jokowi harus mencegah kerusakan itu dengan mengumpulkan stakeholder politik untuk bicara dari hati ke hati soal Piala Dunia U-20 yang sudah disiapkan sejak 2019, bahkan sempat batal digelar karena terjadi pandemi Covid-19.
Kemudian sekarang sudah tinggal waktunya dijalankan, tiba-tiba unsur politiknya lebih kuat kehadiran negara Israel. Padahal sudah beberapa kali disampaikan banyak kegiatan olahraga yang diikuti Israel. Selain itu juga akan ada ANOC World Beach Games Bali (kejuaraan dunia pantai) pada 5-12 Agustus 2023 mendatang.
Akmal menegaskan langkah PSSI yang berencana melakukan lobi dan membuka komunikasi dengan FIFA agar tidak disanksi akan percuma dan nihil, kalau tidak membawa rekomendasi dari pemerintah. Langkahnya tidak akan dianggap berarti oleh FIFA.
"Kita dulu tahun 2010 mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 yang telah digelar di Qatar. Harusnya kita bisa lolos jadi tuan rumah karena segala persyaratan kita memenuhi syarat. Cuma satu yang tidak ada ketika itu yakni surat rekomendasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak ada dan akhirnya batal menjadi tuan rumah dan Qatar yang terpilih" urai Akmal.
Terkait terjadinya penolakan atau kontra Israel sebagai peserta Piala Dunia U-20, hal itu sudah terpantau pihak FIFA karena mereka memiliki intelijen dan interpol yang bisa melihat situasi keadaan di Indonesia.
Maka dari itu, pihak FIFA meminta jaminan yang kuat dan pasti dari pemerintah bila tetap ingin menggelar Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




