Japan Masters 2023: Terhenti di 32 Besar, Ahsan/Hendra Akui Kalah Cepat
Selasa, 14 November 2023 | 17:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan gagal melaju ke babak 16 besar setelah menyerah kepada wakil Jepang, Kenya Mitsuhashi/Wakana Nagahara, Rabu (14/11/2023).
Dalam pertandingan di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Ahsan/Hendra menyerah, 16-21 dan 14-21 dalam waktu 34 menit. Ahsan/Hendra mengakui kekalahan mereka karena lawan bermain sangat cepat.
“Hasil akhir memang tidak seperti yang diharapkan. Kami akui, kami kalah cepat. Juga banyak mati sendiri. Defend kami juga tidak solid. Cuma asal balik saja dan gampang mati,” ujar Ahsan.
Ahsan juga menuturkan, lawan tak gampang mati meski terus diserang. Sementara Ahsan/Hendra sering gagal mengembalikan kok saat diserang.
“Permainan kami belum enak banget. Bisa mengejar, tetapi belum bisa bermain lebih lepas,” ujar Ahsan lagi.
Sementara Hendra menyatakan dia dan Hendra lambat start dalam partai hari ini. “Mungkin kami terlalu bermain bertahan. Kalau diserang terus, defend kita pasti juga tidak akan kuat,” ujarnya.
Hendra juga mengakui permainan yang mereka kembangkan tidak keluar sama sekali. “Tipe permainan kami sejatinya tidak full defend. Seharusnya kami juga lebih berani keluar menyerang. Kami tadi seharusnya lebih berani capek, lebih sabar, dan mengadu pukulan,” ujarnya.
Kekalahan juga dialami ganda putra lainnya Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana. Juara All England 2022 itu menyerah pada ganda Jepang, Akira Koga/Taichi Saito dengan dua gim langsung, 18-21 dan 16-21. Fikri/Bagas tersingkir setelah berjuang 38 menit.
Kekalahan juga dialami ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi yang menyerah kepada Ria Iwanaga/Kie Nakanishi. Febriana/Amallia menyerah 12-21 dan 11-21, dalam waktu 35 menit.
Febriana mengakui dirinya dan Amallia terus mendapat tekanan. “Lawan menekan terus dan tidak memberi kesempatan kami berkembang. Saat tertekan, sebenarnya kami sudah berusaha keluar dari tekanan dan bisa mendapatkan poin. Cuma, setelah itu permainan kami tidak konsisten saja. Ada fokus yang naik-turun. Tak konsisten,” ujarnya.
“Setelah kalah di babak awal di sini, saya akan melakukan evaluasi bersama pelatih. Banyak yang harus diperbaiki apa-apa yang kurang. Tetutama di fokus dari cara keluar dari tekanan,” imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




