Respons Naturalisasi Timnas Indonesia, Troussier Singgung Dahsyatnya Maroko
Kamis, 21 Maret 2024 | 07:29 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pelatih timnas Vietnam, Philippe Troussier, memberikan respons soal proyek naturalisasi yang gencar dilakukan oleh Timnas Indonesia. Ia menyebut, proyek naturalisasi dapat memberikan perkembangan yang siginfikan bagi tim nasional.
Mulanya, Troussier bercerita soal pengalamannya melatih tim nasional di Afrika. Dikutip dari Transfermarkt, Troussier tercatat lima kali menjadi juru taktik di Benua Hitam yaitu Pantai Gading, Nigeria, Burkina Faso, Afrika Selatan, hingga Maroko.
Selama menangani tim-tim Afrika, Troussier mengatakan bahwa timnya saat itu hanya mengoptimalkan pemain lokal sehingga tak mampu bersaing di level tertinggi.
"Saya pernah menjadi pelatih di Afrika. Saat itu potensi tim Afrika hanya tim lokal seperti Vietnam sekarang. Itu sebabnya tim Afrika tidak tampil bagus di level tinggi," tutur Troussier dalam konferensi pers jelang laga Indonesia vs Vietnam di Gelora Bung Karno, Rabu (20/3/2024).
Namun, karena melihat potensi pemain keturunan Afrika di tim-timnya saat itu, Troussier pun mulai mendeteksi pemain keturunan tersebut dan hal ini turut dilakukan oleh tim nasional lainnya. Alhasil, sejumlah tim Afrika saat ini telah berkembang pesat.
Troussier lantas juga menyinggung prestasi Maroko, mantan timnya, yang menjadi semifinalis Piala Dunia 2022 untuk kali pertama dalam sejarah kompetisi tersebut. Saat itu, Achraf Hakimi dkk berhasil melaju ke semifinal setelah mengalahkan Portugal 1-0 yang diperkuat Cristiano Ronaldo.
"Kebetulan, kami memutuskan untuk mengidentifikasi pemain keturunan potensial, itulah mengapa sekarang Anda bisa melihat tim Senegal, Maroko, Aljazair, Tunisia, Kamerun, Ghana, dan lainnya banyak menaturalisasikan pemain keturunan. Anda bisa melihat hasilnya di Piala Dunia, Maroko lolos ke semifinal Piala Dunia 2022," imbuh Troussier.
"Ini yang dilakukan Indonesia, Malaysia, Thailand. Sudah jelas bahwa ini adalah evolusi di dunia sepak bola, dan Vietnam tidak memanfaatkan potensi tersebut," tutur pelatih berkebangsaan Prancis itu.
Saat ini, skuad Vietnam hanya diperkuat oleh seorang pemain naturalisasi yaitu penjaga gawang Philip Nguyen. Troussier tegas mengakui bahwa naturalisasi merupakan salah satu strategi untuk mengembangkan tim nasional. Namun, ia tetap menghormati keputusan Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) yang lebih mendorong pengembangan pemain lokal.
“Kami sudah melakukannya (naturalisasi). Ada Philipp Nguyen, dan tentu saja kami punya beberapa kandidat lain, tetapi kami harus menghormati federasi Vietnam,” paparnya.
Troussier tidak ingin memaksakan soal naturalisasi pemain di Vietnam. Namun, dia berharap di masa depan, selangkah demi selangkah Vietnam bisa mendapatkan satu hingga empat kandidat lagi. Menurutnya, naturalisasi berguna karena bisa banyak memberi kompetisi untuk pemain lokal, dan tentunya untuk meningkatkan level timnas
Duel timnas Indonesia vs Vietnam akan tersaji di Gelora Bung Karno pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Kamis (21/3/2024) malam WIB. Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, telah memanggil sembilan pemain naturalisasi untuk tampil melawan Vietnam. Mereka adalah Sandy Walsh, Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, Thom Haye, Marc Klok, Ivar Jenner, Rafael Struick, dan Ragnar Oratmangoen. Namun, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen tak mungkin bermain karena masalah pendaftaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




