Hasil Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2024, Langkah Rinov/Pitha Dihentikan Juara Dunia Korea
Kamis, 11 April 2024 | 15:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Langkah ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (Badminton Asia Championships atau BAC) 2024 dihentikan oleh pasangan juara dunia dari Korea Selatan, Seo Seung-jae/Chae Yu-jung.
Rinov/Pitha harus mengakui keunggulan pasangan unggulan keempat itu dalam dua gim langsung, dengan skor 18-21, 14-21, pada pertandingan babak 16 besar BAC 2024 yang digelar di Ningbo, China, pada Kamis (11/4/2024).
Menurut Rinov, kekalahan mereka terutama disebabkan oleh banyaknya kesalahan yang mereka lakukan sendiri, yang memberikan poin mudah bagi lawan.
“Hasil ini tidak sesuai harapan kami. Kami bermain cukup baik di awal gim pertama sampai poin ke-9. Namun setelah itu, kami melakukan terlalu banyak kesalahan sendiri. Kami memberikan banyak poin gratis kepada lawan,” ujar Rinov dikutip dari keterangan yang didapat dari PP PBSI.
Lebih lanjut, pasangan ganda campuran peringkat 15 dunia itu mengakui mereka sebenarnya memiliki kesempatan untuk memenangi gim pertama. Namun, kurangnya konsistensi membuat mereka kehilangan momentum.
“Kami sebenarnya memiliki kesempatan untuk menang di gim pertama. Namun, kami kurang konsisten dibandingkan lawan. Kami masih membuat banyak kesalahan di momen-momen krusial,” ungkap Rinov.
Di gim kedua, meskipun sempat memimpin di awal, pasangan juara Spain Masters 2024 itu kembali kehilangan konsistensi. Akibatnya Seo/Chae berhasil merebut kemenangan dengan cepat.
“Kejadian di gim kedua hampir mirip. Kami memimpin di awal, tapi karena kurang konsisten, kami kalah. Kami masih sering melakukan kesalahan. Singkatnya, kami kalah konsisten dibanding lawan,” tambah Rinov.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




