ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemenko PMK Tindak Lanjuti Atlet Timnas Indonesia Tak Ada Biaya

Senin, 6 Mei 2024 | 19:06 WIB
HS
DM
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: DM
Plt Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Aris Darmansyah Edisaputra saat acara Deputy Meet The Press di kantor Kemenko PMK Jakarta, Senin 6 Mei 2024.
Plt Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Aris Darmansyah Edisaputra saat acara Deputy Meet The Press di kantor Kemenko PMK Jakarta, Senin 6 Mei 2024. (Beritasatu.com/Hendro Dahlan Situmorang)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berjanji siap menindaklanjuti kasus yang menimpa Tim Nasional (Timnas) Tenis Junior Indonesia karena alasan tidak ada biaya untuk keberangkatan dan lainnya.

Seperti diketahui, timnas sempat terancam gagal mengikuti babak final kualifikasi Asia Oseania Piala Billie Jean King dan Davis Cup Junior 2024 di Shymkent, Kazakhstan, 13-25 Mei 2024.

"Jadi yang terkait dengan hal ini, tentu akan segera kami tindak lanjuti. Ini sepertinya boleh disampaikan kepada Kemenpora juga," kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Aris Darmansyah Edisaputra saat acara Deputy Meet The Press di kantor Kemenko PMK Jakarta, Senin (6/5/2024).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, pihaknya bakal menggali lebih dalam terkait informasi yang diterima pemerintah seperti apa terkait keterlibatan atlet tersebut saat mau keberangkatan. Diakui kejadian ini juga pernah terjadi sebelumnya di cabor tenis, atlet panjat tebing dan cabang olahraga lainnya yang terpaksa harus merogoh kocek sendiri dan pihak lain.

"Ini seharusnya menjadi kewajiban pemerintah selama kita mendapatkan informasinya lengkap karena kadang-kadang viral dahulu, baru pemerintah bergerak," ucap Aris.

"Inilah fungsi kami untuk lebih membuka mata dan telinga kami agar bekerja sama dengan kementerian/lembaga untuk melihat masalah-masalah seperti ini. Saya kira ini informasi dan masukkan dari wartawan sangat bagus juga agar bisa segera kami tindak lanjuti. Terus terang, banyak berita dari info wartawan yang masuk ke kami dan langsung segera kami tindak lanjuti. Apalagi itu kalau sudah sampai kepada pimpinan kami, dalam hal ini Pak Menko PMK," bebernya.

Namun, permasalahanya sejauh mana informasi tersebut sampai kepada pihak yang paling dekat seperti induk cabang olahraga yang membawahi dalam hal ini Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti). Apalagi diketahui Ketum PP Pelti, Eddy Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej.

"Itu kan jadi masalah-masalah yang akhirnya menjadi tidak terdengar gitu," pungkas Aris.

Sebelumnya, timnas Indonesia kelompok umur 16 (U-16) masuk babak final kualifikasi Asia Oseania Piala Billie Jean King (putri) dan Davis Cup Junior (putra) 2024 di Shymkent, Kazakhstan. Namun, karena tidak ada biaya untuk berangkat baik akomodasi dan penginapan, pejuang olahraga tersebut meminta bantuan kepada pencinta tenis Tanah Air. 

Pencinta tenis nasional, Rildo Ananda Anwar, Djan Faridz, Reda Manthovani dan artis Raffi Ahmad pun akhirnya patungan mengumpulkan dana untuk membiayai keberangkatan Timnas Tenis Junior Indonesia untuk mengikuti dua kejuaraan internasional tersebut.

"Ini sumbangan figur-figur yang peduli kemajuan prestasi tenis Indonesia, yakni Djan Faridz, Reda Manthovani dan Raffi Ahmad. Jumlahnya total Rp 260 juta untuk tiket dan akomodasi serta uang saku pemain dan pelatih serta apparel pertandingan," kata perwakilan Komunitas Pecinta Tenis Indonesia sekaligus Ketua Umum PP Pelti periode 2017-2022 Rildo Ananda Anwar di Rumah Djan Jakarta, Minggu (5/5/2024).

Bantuan diterima mantan petenis nasional, Tintus Arianto Wibowo bersama timnas tenis junior Indonesia. Tim putri yang berlaga di Piala Billie Jean King Junior terdiri dari Mischka Sinclaire Goenadi, Ressjalina Nur Afifah, dan Naomi Gracelyn Tio.

Tim putra yang tampil di Piala Davis Junior adalah Joachim Mika Gunawan, Alfaradu Sumirat, dan Mouressi Muqorib. "Selamat bertanding, selamat berjuang dan selalu banggalah menjadi bagian dari tim Merah Putih," ucap Rildo.

Sebelum bertolak ke Shymkent, Kazakhstan, petenis putra dan putri terbaik Merah Putih kelompok umur 16 tahun itu berpamitan kepada Komunitas Peduli Tenis Indonesia di Jakarta.

Rildo menceritakan awalnya salah satu petenis yang lolos seleksi di timnas tersebut menghubungi dirinya karena tak mampu membiayai secara mandiri keberangkatan ke ajang internasional itu.

"Kondisi ini cukup memprihatinkan ya karena mereka yang akan membela tim Merah Putih kok harus merogoh kocek sendiri," tutur Rildo mewakili Komunitas Peduli Tenis Indonesia dan pernah memimpin PP Pelti 2017-2022.

Dia pun tergerak mengumpulkan teman-temannya untuk menggalang dana keberangkatan dan terkumpullah Rp 260 juta dari Djan Faridz, Reda Manthovani, dan Raffi Ahmad.

Djan Faridz merupakan pengusaha yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantipres) dan Menteri Perumahan Rakyat 2011-2014.

Sementara itu, Reda Manthovani adalah jaksa agung muda bidang intelijen Kejaksaan Agung yang juga Chief de Mission Indonesia (CdM) di Paralimpiade Paris 2024 serta Raffi Ahmad adalah artis. Ketiganya penggila berat olahraga tenis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon