Pelatih: Cederanya Jaja Bukan Penyebab Kekalahan Madura United Lawan Persib
Senin, 27 Mei 2024 | 07:03 WIB
Bandung, Beritasatu.com - Pelatih Madura United, Rakhmat Basuki, menolak menjadikan cedera yang dialami oleh pemain andalannya, Hugo Gomes, sebagai alasan kekalahan 0-3 dari Persib Bandung pada leg pertama final Liga 1 2023/2024, Minggu (26/5/2024).
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Madura United sebenarnya mampu mengimbangi permainan tuan rumah. Namun, setelah Gomes, yang akrab disapa Jaja, ditarik keluar dan digantikan oleh Ricki Ariansyah pada menit ke-66, permainan Madura United menurun.
Ketiadaan Jaja terlihat memengaruhi permainan Madura United. Persib kemudian memecah kebuntuan dengan gol dari Ciro Alves pada menit ke-70, diikuti oleh dua gol tambahan dari David Da Silva pada menit ke-94 dan 102 yang mengamankan kemenangan untuk tim Maung Bandung.
"Jaja adalah roh permainan kami, saya akui itu. Namun, siapa pun yang menggantikan Jaja seharusnya bisa menjalankan tugas dengan baik. Saya terpaksa mengganti Jaja karena melihat dia cedera. Saya khawatir jika dipaksakan bermain hari ini, dia tidak bisa tampil pada leg kedua," ujar Rakhmat dalam konferensi pers seusai pertandingan.
"Tidak ada skenario untuk mengganti Jaja, tetapi seperti yang saya katakan tadi, siapa pun pengganti Jaja di lapangan harus bisa tampil lebih baik," tambahnya.
Rakhmat juga menyatakan kekecewaannya terhadap dua gol tambahan yang dicetak oleh David Da Silva pada akhir pertandingan, yang membuat Madura United semakin sulit untuk mengejar ketertinggalan di leg kedua.
"Gol kedua dan ketiga sangat disayangkan karena terjadi di menit-menit akhir, saat perpanjangan waktu. Pemain kehilangan fokus dan konsentrasi, mereka lupa bahwa setiap gol sangat penting dalam sistem home-away. Jadi fokus dan kepercayaan diri kami menurun," ujar Rakhmat, yang saat ini menjabat sebagai pelatih sementara setelah Mauricio Silva tidak memperpanjang kontraknya.
Sebagai tim tamu, Madura United menghadapi tekanan tambahan dari suporter tuan rumah dengan berbagai lagu dan yel-yel. Namun, Rakhmat menilai hal itu tidak mengganggu penampilan timnya, bahkan para pemain semakin termotivasi oleh kehadiran pendukung Persib.
"Saya pikir kekalahan malam ini bukan karena tekanan dari suporter, tetapi karena Persib lebih efektif," kata Rakhmat.
Kekalahan 0-3 membuat tugas Madura United sangat berat pada leg kedua, tetapi Rakhmat belum menyerah untuk menghadapi pertandingan berikutnya pada Jumat (31/5/2024) di Stadion Gelora Bangkalan.
"Rasa optimistis harus tetap ada. Meskipun mengejar ketertinggalan dari tim sekelas Persib sangat berat, kami harus mempersiapkan diri dengan serius, apalagi tidak ada aturan gol tandang," tutur Rakhmat.
Keyakinan serupa juga disampaikan oleh kiper Madura United asal Brasil, Lucas Frigeri.
"Kami akan bekerja keras, kami bermain di kandang sendiri, kami juga kuat, dan penonton kami pasti akan mendukung penuh. Dari tim pelatih dan pemain, kami akan memperbaiki performa dan mengejar gol-gol itu," tegas Lucas.
Persib hanya perlu memastikan Madura United tidak menang lebih dari 2-0 untuk menjadi juara Liga 1 2023/2024. Sementara Madura United harus menang minimal 4-0 untuk meraih gelar juara liga untuk pertama kalinya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




