Hanya Raih 2 Perunggu pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2024, Rionny Mainaky: Daya Juang Pemain Kurang
Minggu, 13 Oktober 2024 | 17:58 WIB
Nanchang, Beritasatu.com - Setelah menjadi juara Piala Suhandinata pekan lalu, tim Indonesia hanya mampu menambah dua medali perunggu di nomor perorangan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2024. Kepala pelatih pelatnas PBSI yang juga manajer tim Rionny Mainaky menyebut daya juang pemain masih kurang meski mempunyai kualitas bagus.
"Yang masih kurang adalah daya juang di lapangan, kita mesti pelajari dari Tiongkok dan Jepang. Bermain rapi, stamina dan pembentukan otot juga mesti ditingkatkan. Ini pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan kalau tidak mau tertinggal," kata Rionny Mainaky dalam keterangannya, Minggu (13/10/2024).
Rionny Mainaky menyebut tidak puas dengan hasil di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2024. "Kalau bilang puas pastinya tidak, tetapi memang harus diakui kita belum cukup baik. Terlihat di babak delapan besar ada beberapa pemain yang seharusnya bisa menang, tetapi karena melakukan kesalahan sendiri jadi tidak berhasil," kata Rionny.
Menurut Rionny, para pemain muda Indonesia memiliki potensi dan kualitas yang bagus.
“Tinggal ke depan kita membenahi untuk lebih baik lagi. Di tim kepelatihan dan saya sebagai kepala pelatih harus lebih kerja keras pada tahun depan," lanjutnya.
Rionny Mainaky mengatakan, beberapa kekurangan harus segera ditingkatkan bagi Bismo Raya Oktora dan kawan-kawan. Pemusatan latihan juga harus ditambah dengan perhitungan yang cermat.
"Secara persiapan, tim ini sudah pemusatan latihan sejak setelah Kejuaraan Asia Junior. Ada beberapa try out kejuaraan juga sebagai bekal persiapan. Namun, melihat ini saya rasa memang harus ditambah, ini yang harus kita persiapkan lagi ke depannya," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




