Arema FC Kecewa Insiden Pelemparan Batu Bus Persik Kediri
Senin, 12 Mei 2025 | 13:46 WIB
Malang, Beritasatu.com - General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan kekecewaannya atas insiden pelemparan batu terhadap bus Persik Kediri seusai pertandingan Liga 1 2024/2025 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan. Kekecewaan tersebut ditujukan kepada para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam penyelenggaraan pertandingan.
Akibat insiden itu, dua anggota tim Persik Kediri mengalami luka-luka, yakni pelatih kepala Divaldo Alves dan asistennya. Divaldo dilaporkan mengalami luka di bagian kepala akibat lemparan batu dari orang tak dikenal yang menyebabkan kaca bus pecah. Sementara sang asisten mengalami luka ringan di bagian tangan.
"Kami kecewa terhadap beberapa pihak yang menjadi stakeholder dalam pertandingan kemarin," ujar Yusrinal dalam pernyataan resmi Arema FC pada Senin (12/5/2025).
Yusrinal menyayangkan insiden tersebut terjadi di tengah upaya manajemen Arema FC membangun kembali kepercayaan publik pascatragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 jiwa. Ia menilai peristiwa memalukan ini menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap klub Singo Edan.
“Tiga tahun kami berjuang mempertahankan eksistensi klub, berusaha keras untuk bisa kembali bermain di rumah sendiri. Kami sudah berdarah-darah, mengerahkan segala daya dan upaya. Namun hasilnya seakan kami tidak dihargai di sini," tegasnya.
Ia juga menyoroti lemahnya standar pengamanan pertandingan. Insiden yang melukai dua anggota tim berjuluk Macan Putih itu dinilai sebagai bukti perlunya evaluasi menyeluruh, khususnya pada aspek keamanan.
Terlebih, insiden terjadi di area ring 4, yang seharusnya menjadi titik fokus pengamanan untuk pengaturan lalu lintas pemain, ofisial, dan wasit seusai pertandingan.
“Pihak keamanan perlu melakukan evaluasi. Tuntutan kesempurnaan dari mereka selama ini justru seluruh bebannya dibebankan kepada Arema FC. Padahal, laga kemarin dikategorikan sebagai high risk match, dan semua standar pengamanan telah kami penuhi," tambah Yusrinal.
Insiden ini pertama kali mencuat setelah gelandang Persik Kediri, Ze Valente, mengunggah video di Instagram Story yang menunjukkan kaca samping bus oranye mereka pecah akibat lemparan batu.
"We never learn, but it’s better not to say what I think," tulis Ze Valente, menyiratkan kekecewaannya.
Dalam video tersebut terlihat penumpang turun dari bus dalam kondisi panik. Unggahan itu pun memicu reaksi luas dari warganet yang mengecam aksi kekerasan terhadap tim tamu.
Peristiwa pelembaran batu ke bus Persiki ini memicu desakan publik kepada PSSI dan operator liga untuk bertindak tegas terhadap segala bentuk kekerasan di luar stadion, serta memperketat sistem pengamanan, terutama untuk tim tamu seusai pertandingan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




